Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    KONI Kaltim Kejar Tambahan Rp5 Miliar agar 64 Cabor Tetap Tampil di Porprov VIII Paser

    Agustus 17, 2026

    Menukar Lelah dengan Sunrise dan Sunset di Puncak Bukit Biru Tenggarong

    Agustus 17, 2026

    Andi Harun Minta Penanganan Kabut Asap Kaltim Dilakukan Bersama Lintas Daerah

    Agustus 17, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»Kolaborasi dan Inovasi Keterbukaan Informasi Publik, Akmal Berharap Peringkat Kaltim 3 Besar Nasional
    Diskominfo Kaltim

    Kolaborasi dan Inovasi Keterbukaan Informasi Publik, Akmal Berharap Peringkat Kaltim 3 Besar Nasional

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaNovember 14, 202404 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Jakarta – Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Akmal Malik memberikan paparan dan penjelasan kepada Tim Juri Komisi Informasi (KI) Pusat pada Presentasi Uji Publik Monitoring dan Evaluasi (Monev) Keterbukaan Informasi Publik Tahun 2024 di Hotel Mercure Kemayoran Jakarta, Rabu (13/11/2024).

    Dalam paparannya, Akmal menjelaskan Pemprov Kaltim telah melakukan berbagai langkah untuk mencapai keterbukaan informasi yang lebih baik. Yaitu dengan penguatan kebijakan dan regulasi di tingkat provinsi melalui peraturan gubernur dan peraturan daerah. Ke depan, Akmal berharap seluruh kabupaten dan kota juga memiliki regulasi yang baik terkait keterbukaan informasi publik ini.

    Tidak hanya itu, kepada para penyandang disabilitas Kaltim berupaya untuk terus memberikan keterbukaan informasi dengan menyiapkan infrastruktur dan layanan aplikasi yang bisa diakses oleh mereka.

    “Sesungguhnya, provinsi itu tidak punya wilayah. Makanya, saya ingin penguatan PPID juga dilakukan hingga kabupaten dan kota,” tegas Akmal.

    Selanjutnya, Kaltim juga melakukan keterbaruan (inovasi) dalam keterbukaan informasi publik, salah satunya adalah PPID Masuk Desa. Saat ini Desa Buana Jaya, di Kutai Kartanegara sudah dijadikan percontohan dan berhasil menduduki posisi 10 besar nasional.

    Selain memprakarsai Sekolah Terbuka Informasi, Kaltim juga memiliki aplikasi Pion yaitu Formulir Permohonan Informasi Online.

    “Mungkin ini satu-satunya di Indonesia,” bangga Akmal.

    Inovasi lainnya adalah Internet Desa, Program Ngopi Sore, Ngopi Jumat yang membuka peluang bagi para wartawan untuk bertanya langsung kepada gubernur.

    Tidak lupa, Pj Gubernur Akmal Malik terus mendorong seluruh OPD untuk berinovasi terkait keterbukaan informasi publik ini.

    Bukan hanya membangun kolaborasi di internal, Pemprov Kaltim juga berkolaborasi dengan Institut Pertanian Bogor (IPB) untuk pengerjaan Produk keterbukaan informasi publik yaitu Data Desa Presisi. Melalui Data Desa Presisi, data bisa dilacak by name, by address, by coordinate. Langkah ini secara nyata telah menciptakan efisiensi dalam pembiayaan pembangunan.

    “Kemarin kami menemukan pembiayaan BPJS. Data kami 1.500. Sementara kita membayar setiap tahun 5.400. Kami katakan, kami tidak akan bayar lagi. Rakyat harus tahu hal ini. Jadi, informasi ini akan membuat kita akan lebih efisien ke depan. Ini data presisi,” ungkap Akmal.

    Dalam memudahkan pembayaran pajak kendaraan bermotor, Kaltim memiliki terobosan keterbukaan berupa aplikasi Simpator. Pada aplikasi ini, monitoring pajak bisa dilakukan secara online dari mana pun. Begitu pula dengan layanan pembayarannya, bisa dilakukan melalui berbagai layanan digital. Selain itu masih banyak lagi terobosan baru yang diciptakan dalam upaya keterbukaan informasi publik ini.

    “Sosialisasi juga terus kita gencarkan, termasuk kepada penyandang disabilitas, sekolah dan kampus. Tapi

    “Terpenting dari itu adalah aktor. Sumber daya manusianya. Sekarang kita fokus kolaborasi seluruh stakeholder, karena itu yang kita yakini akan bisa mendorong keterbukaan informasi publik di Kaltim,” tegas Akmal Malik.

    Pemprov juga akan bergerak ke segala lini untuk membangun hubungan baik dengan pusat dan kabupaten/kota. Langkah ini akan menjadi tabayyun informasi untuk membangun ekosistem informasi yang lebih baik lagi ke depan.

    Terakhir yang tidak kalah penting, menurut Akmal adalah dukungan transparansi anggaran. Secara anggaran mungkin Kaltim tidak besar. Tetapi secara agregat, dukungan Pemprov Kaltim mungkin sangat besar untuk Komisi Informasi Provinsi.

    Misal dukungan untuk kantor, perbantuan staf, kendaraan dinas dan lainnya.

    “Anggaran kita sampaikan terbuka. Dan bukan soal banyaknya, tapi efektif dan efisien,” tandas Akmal.

    Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri ini meyakini keterbukaan informasi publik tidak bisa dibangun dalam waktu pendek, butuh proses. Keterbukaan informasi juga tidak bisa dibangun dengan pendekatan personal, tapi harus berkolaborasi.

    “Mudah-mudahan dengan keterbukaan informasi yang lebih baik, rakyat Kaltim akan jauh lebih sejahtera,” pungkas Akmal.

    Sebagai informasi, selama empat tahun berturut-turut Provinsi Kalimantan Timur selalu sukses menjadi Badan Publik Pemerintah Provinsi dengan Kualifikasi Informatif untuk keterbukaan informasi publik. Tahun lalu Kaltim berada di posisi 8 secara nasional.

    “Tahun ini, kalau kami tidak bisa nomor 5, ya mudah-mudahan bisa nomor 3 atau nomor 2 lah,” kata Pj Gubernur Akmal Malik kepada tim juri yang terdiri dari John Fresley (mantan Komisioner KI Pusat) dan Astrid Deborah (praktisi/pegiat keterbukaan informasi publik).

    Saat Presentasi Uji Publik Monitoring dan Evaluasi Keterbukaan Informasi Publik ini, Pj Gubernur Akmal Malik didampingi Kepala Diskominfo Kaltim M Faisal dan Komisioner KI Kaltim M Khaidir.

    Akmal Malik Diskominfo Kaltim Monev Muhammad Faisal
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Diskominfo Kaltim Dorong Percepatan Listrik Desa Demi Optimalkan Layanan Internet

    Juli 16, 2026

    Pemprov Kaltim Dukung Pengembangan Bukit Steling Lewat Event Wisata

    Juli 12, 2026

    Ririn Sari Dewi, Kini Diskominfo Fokus Perkuat Komunikasi Publik hingga Literasi Digital

    Juni 30, 2026

    Jabat Kadiskominfo, Ririn Sari Dewi Bertukar Posisi Dengan Faisal, Kini Pimpin Dispar

    Juni 29, 2026

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    KONI Kaltim Kejar Tambahan Rp5 Miliar agar 64 Cabor Tetap Tampil di Porprov VIII Paser

    R’syaAgustus 17, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur (Kaltim) masih mengupayakan tambahan anggaran…

    Menukar Lelah dengan Sunrise dan Sunset di Puncak Bukit Biru Tenggarong

    Agustus 17, 2026

    Andi Harun Minta Penanganan Kabut Asap Kaltim Dilakukan Bersama Lintas Daerah

    Agustus 17, 2026

    Dua Prodi IKIP PGRI Kaltim Masih Buka Pendaftaran hingga September, Ada Gratispol

    Agustus 17, 2026

    Menuju Generasi Emas, IKIP PGRI Kaltim Bekali Mahasiswa dengan Beragam Wawasan

    Agustus 17, 2026
    1 2 3 … 3,281 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.