Insitekaltim,Samarinda – Dinas Sosial (Dinsos) bekerja sama dengan Pemberdayaan Masyarakat Kota Samarinda melaksanakan Sosialisasi dan Pelatihan Relawan Kampung Siaga Bencana (KSB) di Ballroom Hotel Midtown Samarinda, Selasa (27/8/2024).

Dalam kesempatan itu sekaligius dilakukan pengukuhan para relawan KSB oleh Wakil Wali Kota Samarinda Rusmadi Wongso. Membacakan sumpah relawan dan menyematkan rompi tanda diamanahinya tugas mulia, Rusmadi memberikan pesan.
Ia menekankan bahwa relawan perlu menanamkan semangat gotong royong dan disiplin sebagai fondasi utama untuk menjadi relawan KSB yang tangguh.
Dikaitkannya disiplin dengan ketaatan masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan lingkungan, termasuk dalam hal kebersihan.
Menurutnya, banjir di Samarinda sebagian besar disebabkan oleh kurangnya kesadaran dan disiplin masyarakat dalam menjaga lingkungan
Rusmadi mengingatkan kembali bagaimana semangat gotong royong dan disiplin Presiden RI pertama Soekarno untuk mendapatkan kemerdekaan bagi bangsa tercinta dan masyarakat. Ia meminta para relawan mencontohkan semangat pemimpin bangsa tersebut.
“Kita harus bersatu dan memiliki semangat gotong royong, itulah kuncinya,” tekan Rusmadi.
“Musibah terjadi itu karena kurang disiplin. Disiplin bukan soal waktu saja, tapi itu tentang kepatuhan dan ketaatan kita,” lanjutnya.
Melihat antusias relawan yang terdiri dari beragam latar belakang, usia, suku dan agama, Rusmadi mewiliki seluruh jajaran di Pemerintah Kota Samarinda mengucapkan terima kasihnya kepada relawan.
Peran relawan, dilanjutkannya, sangatlah berat. Tanggung jawab yang diemban tidaklah mudah. Kesiapsiagaan dan kedisiplinan diperlukan agar tidak hanya menyelamatkan diri sendiri, tetapi orang banyak.
“Ini membuktikan bahwa kita semua berkomitmen mengamankan kampung dari bencana,” ujar Rusmadi.
Ia menjelaskan bahwa KSB bukan hanya tentang respon cepat saat bencana terjadi, tetapi juga tentang upaya mitigasi risiko bencana hingga tahap pascabencana dan rehabilitasi.
Menurut Rusmadi, kekuatan solidaritas dan rasa kemanusiaan menjadi kunci kesuksesan lainnya dalam mengatasi bencana. Sebagaimana terlihat selama pandemi Covid-19, di mana masyarakat saling bahu-membahu membantu satu sama lain.
“Kita tidak akan lupa bagaimana Covid-19 meluluhlantakkan semua sektor, namun berkat solidaritas dan gotong royong, kita mampu bangkit,” ungkapnya.
Rusmadi berdoa semua lelah dan keringat yang dihasilkan oleh para relawan dalam mengemban tugasnya, dapat berganti menjadi pahala.
Ia mengingatkan agar para relawan menjaga kesehatan dan keselamatan dirinya sebelum orang lain. Karena tak mungkin menyelamatkan orang lain, jika diri sendiri tidak selamat.
“Jangan pernah lelah untuk mengabdi. Tugas utama kita dalam KSB adalah membangun kesadaran akan pentingnya pencegahan,” tutupnya.

