Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dinkes Samarinda Sebut Sosialisasi Provinsi Sekadar Informasi, Tegaskan Sikap Pemkot Jelas

    April 12, 2026

    Dhita Apriliani: Jurnalisme Itu Tanggung Jawab, Bukan Sekadar Eksistensi

    April 12, 2026

    Aksi Nyata Mahasiswa, 8 Organisasi Bersatu Galang Dana untuk Korban Kebakaran Batu Ampar

    April 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Nasional»Waspada Penipuan Berkedok Layanan Imigrasi di Google Maps, Ini Cara Menghindarinya
    Nasional

    Waspada Penipuan Berkedok Layanan Imigrasi di Google Maps, Ini Cara Menghindarinya

    Adit MustafaBy Adit MustafaAgustus 12, 2024Updated:Agustus 12, 202403 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Jakarta – Penipuan di tengah masyarakat semakin mengkhawatirkan dengan modus yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi. Terbaru, masyarakat diimbau untuk waspada terhadap modus penipuan melalui platform Google Maps, di mana nomor kontak WhatsApp palsu disisipkan pada informasi alamat sejumlah Kantor Imigrasi. Kejadian ini mengingatkan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menghadapi berbagai bentuk penipuan yang semakin canggih.

    Penipuan dengan menyusupkan nomor kontak palsu di Google Maps adalah salah satu modus terbaru yang mengeksploitasi fitur teknologi. Para pelaku memanfaatkan fitur Google My Business yang memungkinkan pengguna untuk mengedit informasi bisnis, termasuk alamat dan kontak. Dengan memanipulasi data resmi ini, mereka berupaya mengelabui masyarakat yang membutuhkan layanan imigrasi.

    Menurut Sekretaris Direktorat Jenderal Imigrasi Sandi Andaryadi modus ini sangat meresahkan karena menyasar masyarakat yang tidak waspada.

    “Kami telah menemukan adanya nomor mencurigakan, seperti 081230030440, yang beredar di informasi beberapa Kantor Imigrasi di Google Maps,” ungkap Sandi dalam siaran pers pada Senin (12/8/2024).

    Penipuan seperti ini tidak hanya menimbulkan kerugian finansial bagi korban, tetapi juga merusak reputasi institusi yang namanya dicatut. Di banyak kasus, korban yang menghubungi nomor palsu ini bisa diarahkan untuk mentransfer uang atau memberikan informasi pribadi yang sensitif. Modus ini menunjukkan betapa kreatifnya penipu dalam menciptakan skenario yang tampak sah dan profesional.

    Penggunaan aplikasi seperti GetContact untuk memeriksa validitas nomor kontak menjadi semakin penting. Aplikasi semacam ini dapat membantu pengguna mengidentifikasi nomor yang mencurigakan, namun tidak semua orang memiliki kebiasaan atau kesadaran untuk melakukan pengecekan semacam itu. Hal ini membuka peluang lebih besar bagi penipu untuk beraksi.

    Menanggapi kejadian ini, Ditjen Imigrasi mengambil langkah tegas dengan berencana menyurati Google agar segera menghapus nomor-nomor palsu tersebut dan bekerja sama dengan operator seluler untuk memblokirnya. Namun, pencegahan penipuan tidak hanya bergantung pada upaya institusi, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif dari masyarakat.

    Sandi Andaryadi menekankan pentingnya untuk selalu memverifikasi informasi yang diterima, terutama yang melibatkan urusan administrasi dan keuangan.

    “Jangan mudah percaya dengan informasi yang diperoleh dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujar Sandi.

    Ia mengimbau masyarakat untuk menghubungi kontak resmi Ditjen Imigrasi dan memanfaatkan layanan live chat di www.imigrasi.go.id pada Senin-Jumat pukul 09.00 sampai dengan 15.00 WIB..

    Edukasi publik menjadi aspek krusial dalam menghadapi ancaman penipuan yang terus berkembang. Masyarakat perlu dibekali dengan pengetahuan tentang berbagai modus penipuan yang mungkin mereka temui, baik secara online maupun offline. Selain itu, kesadaran untuk selalu melakukan pengecekan ganda sebelum melakukan tindakan yang berpotensi berisiko harus ditanamkan sejak dini.

    Penipuan di era digital bukanlah fenomena baru, tetapi modusnya terus berevolusi dengan memanfaatkan celah-celah dalam sistem yang ada. Oleh karena itu, peningkatan edukasi dan kesadaran menjadi kunci untuk melindungi diri dari kerugian yang disebabkan oleh penipuan.

    Dengan memahami modus-modus penipuan yang ada dan tetap waspada, masyarakat dapat lebih siap menghadapi ancaman yang ada dan secara kolektif, membantu mengurangi angka penipuan di Indonesia.

    google maps Modus penipuan Sandi Andaryadi
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Air Jadi Tambang Baru, Gubernur Rudy Mas’ud Genjot Pajak Permukaan di Kaltim

    Maret 28, 2026

    Kaltim Bidik Kelapa Genjah sebagai Primadona Baru di Era IKN

    Maret 27, 2026

    Prabowo Terima Kritik, Dorong Peran Devil’s Advocate untuk Uji Kebijakan

    Maret 20, 2026

    Prabowo Soroti Budaya Laporan Asal Bapak Senang, Tekankan Pentingnya Kejujuran Data

    Maret 20, 2026

    Hilal Tak Terpantau di 170 Titik, Pemerintah Tetapkan Idulfitri 1447 H di Hari Sabtu

    Maret 19, 2026

    Menaker Yassierli Tinjau Posko THR Idulfitri 2026

    Maret 6, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dinkes Samarinda Sebut Sosialisasi Provinsi Sekadar Informasi, Tegaskan Sikap Pemkot Jelas

    Andika SaputraApril 12, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih menunggu respons resmi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov)…

    Dhita Apriliani: Jurnalisme Itu Tanggung Jawab, Bukan Sekadar Eksistensi

    April 12, 2026

    Aksi Nyata Mahasiswa, 8 Organisasi Bersatu Galang Dana untuk Korban Kebakaran Batu Ampar

    April 12, 2026

    Tiga Motor Terbakar di Dealer Yamaha Samarinda, Diduga Akibat Korsleting Listrik

    April 12, 2026

    Masyarakat Jadi Kunci, Populasi Pesut Mahakam Mulai Tumbuh Perlahan

    April 12, 2026
    1 2 3 … 3,052 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.