
Insitekaltim,Kukar-Dalam upaya untuk meningkatkan efisiensi dalam pencapaian target pembangunan infrastruktur, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kutai Kartanegara (Kukar), Wiyono, menyatakan komitmennya untuk membenahi sistem kerja di internal perangkat daerah yang dipimpinnya.
Salah satu masalah yang telah diidentifikasi di Dinas PU adalah keterlambatan dalam proses pengadaan barang dan jasa, terutama dalam proses lelang yang berjalan lambat.
“Persoalan selama ini di PU, keterlambatan dalam proses pengadaan barang dan jasa, lelangnya itu lambat. Ya, pasti waktunya itu sempit kalau pekerjaannya besar. Saya berharap tidak terjadi lagi seperti itu,” tutur Wiyono, Rabu (1/11/2023).
Wiyono menargetkan setiap kegiatan yang termasuk dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) murni dapat dikerjakan sejak awal tahun, terutama untuk proyek-proyek besar.
“Idealnya selambat-lambatnya Februari, kalau bisa seharusnya di Januari sudah kontrak. Sehingga, target bisa tercapai,” ujarnya.
Langkah ini diambil dengan tujuan agar kegiatan-kegiatan pembangunan dapat berjalan tepat waktu dan mencapai sasaran yang ditetapkan. Dengan demikian, kegiatan berikutnya yang termasuk dalam APBD-P dapat lebih fokus dan terencana dengan baik.
Selain meningkatkan efisiensi, percepatan pelaksanaan proyek-proyek ini juga diharapkan dapat berdampak positif pada penyerapan anggaran.
“Kalau dimungkinkan di awal tahun, ya di awal tahun berjalan kegiatan. Supaya posisi selesainya bisa lebih cepat dan serapan APBD-nya juga bisa lebih tinggi. Kalau numpuk di akhir tahun kan, ngurusnya juga padat di akhir tahun,” ujarnya.
Ia berharap upaya ini akan membawa perubahan positif dalam proses pembangunan infrastruktur dan memastikan bahwa proyek-proyek tersebut dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat setempat. (Adv)

