Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Amplang Tak Lagi Bulat, UMKM Samarinda Sulap Jadi Stik hingga Rasa Buah Naga

    Agustus 26, 2026

    Penataan Tambang MBLB Kaltim Masih Hadapi Tumpang Tindih Lahan

    Agustus 26, 2026

    Kaltim Perkuat Pengendalian Karhutla, Hotspot Tinggi Terdeteksi di Kukar dan Berau

    Agustus 26, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Lainnya»Yadi Hendriana: Pers Jangan Jadi Penyebar Hoaks dan Tukang Peras
    Lainnya

    Yadi Hendriana: Pers Jangan Jadi Penyebar Hoaks dan Tukang Peras

    MartinusBy MartinusAgustus 18, 202303 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Samarinda – Dalam rangka mendukung penyelenggaraan pemilu yang sehat dan berkualitas, Dewan Pers menggelar workshop pemilu. Kegiatan ini dihadiri oleh organisasi media dan jurnalis berlangsung di Hotel Bumi Senyiur Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (18/8/2023).

    Ketua Komisi Pengaduan dan Penegakan Etika Dewan Pers Yadi Hendriana selaku narasumber pada workshop tersebut menjelaskan dalam menjalankan tugas jurnalistik selama proses pemilihan umum (pemilu), media melalui pekerja pers berperan penting di dalamnya. Oleh karena itu jurnalis dalam peliputan harus mengikuti pedoman peliputan untuk menjaga integritas dan obyektivitas berita.

    “Pers harus mendukung penyelenggaraan pemilu yang sehat dan berlaku secara fair dan terjadwal dengan tepat. Pers memiliki peran penting dalam mewujudkan pemilu yang bebas, rahasia, jujur dan adil,” tegas Yadi saat memaparkan materi tentang pedoman peliputan pemilu.

    Dikatakan, dalam menghadapi proses pemilu, independensi pers memiliki peran krusial dalam memastikan transparansi, akuntabilitas dan integritas demokrasi. Pers yang bebas dari campur tangan politik dan tekanan eksternal menjadi penjaga utama informasi yang obyektif bagi masyarakat. Dalam konteks pemilu, independensi pers menjadi pilar penting dalam menjamin proses demokratis yang sehat dan adil.

    Ia menilai pentingnya peran jurnalis dalam memberikan informasi yang akurat dan bertanggung jawab kepada masyarakat selama proses pemilu berlangsung.

    “Fakta itu perlu diambil, kemudian menjadikan bahan untuk melakukan konfirmasi. Bukan konfirmasi, tetapi faktanya tidak ada,” ujarnya.

    Yadi Hendriana juga memaparkan empat variabel sebagai alat ukur pers, yakni persepsi, substansi, sistem dan kultur.

    Secara persepsi, jelas Yadi pers dinilai sebagai pilar keempat demokrasi, sebagai kontrol terhadap goverment instrumen, pejuang kepentingan publik.

    “Namun, dianggap buruk karena kualitas pers, bisa disebut penyebar hoaks, alat kekuasaan, kepentingan dan tukang peras,” ucap Yadi.

    Secara persepsi, Yadi menekankan media tidak merusak tatanan publik dengan memberikan informasi keliru. Ini kesimpulan dari banyaknya pengaduan, ada persepsi positif, tetapi ada juga dominasi persepsi negatif.

    Secara substansi, jelas Yadi pers dalam kebebasan yang dilindungi Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, memiliki value of freedom. Terukur bertangung jawab dan berada dilingkungan negara demokrasi.

    Secara sistem, pers Indonesia dibangun di atas sistem yang kuat karena undang-undang memberikan kewenangan kepada masyarakat pers untuk mengurus dirinya sendiri tanpa intervensi dan adanya jaminan kebebasan mutlak.

    “Pers kita memiliki keluasan yang luar biasa. Tidak ada intervensi dan lain-lain. Namun, kita belum mampu mengembangkan sistem itu menjadi sebuah persepsi yang baik,” ujarnya.

    Secara kultur, kebebasan pers cenderung dipergunakan oleh jurnalisme kepentingan.

    “Ini berbahaya, pers hidup di tengah publik yang kritis. Namun, bertumbuhnya perusahaan media di Indonesia tidak disertai dengan kualitas pers yang baik dan kuat,” tambahnya.

    Yadi berharap jurnalis dalam menjalankan tugas harus mengedepankan integritas dan ketaatan pada pedoman serta aturan yang berlaku.

    Dewan Pers Pemilu Workshop Yadi Hendriana
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Andi Harun Dorong Pilkada Samarinda Tanpa Politik Uang, Utamakan Kualitas dan Integritas

    Agustus 8, 2026

    PAN Panaskan Mesin Politik 2029, Edi Oloan Bentuk 2.000 Relawan TPS di Samarinda

    Juli 25, 2026

    Data Partai Politik di Kaltim Dimutakhirkan, KPU Mulai Validasi Berkelanjutan

    Juli 19, 2026

    The Founding of YouTube A Short History

    Juli 14, 2026

    Elementor #81471

    Juli 2, 2026

    Mengapa Tanah Mengeluarkan Aroma Khas Setelah Hujan? Ini Penjelasan Ilmiahnya

    Juni 7, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Amplang Tak Lagi Bulat, UMKM Samarinda Sulap Jadi Stik hingga Rasa Buah Naga

    Andika SaputraAgustus 26, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal memanfaatkan rangkaian peringatan HUT…

    Penataan Tambang MBLB Kaltim Masih Hadapi Tumpang Tindih Lahan

    Agustus 26, 2026

    Kaltim Perkuat Pengendalian Karhutla, Hotspot Tinggi Terdeteksi di Kukar dan Berau

    Agustus 26, 2026

    Rayakan HUT RI, Helmi Tegaskan Kegiatan DPRD Samarinda Tanpa Gunakan APBD

    Agustus 26, 2026

    Achmad Sukamto Sambut Positif Donor Darah DPRD Samarinda, Ternyata Berawal dari Keluarga

    Agustus 26, 2026
    1 2 3 … 3,300 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.