
Insitekaltim, Sangatta – Sebanyak 18 kecamatan di Kabupaten Kutai Timur bersama satuan kerja perangkat daerah (SKPD) terkait dan tim Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK),sepakat melakukan langkah percepatan penurunan angka stunting di Kutai Timur.

Sekretaris Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur Indra Arie Iranday mengatakan saat ini Kutim menjadi wilayah nomor satu dengan angka stunting tertinggi di Kalimantan Timur.
Kutim berada diangka 27,5 persen. Pada tahun 2022 menargetkan turun di angka 22,30 persen. Sementara tahun 2023 ditargetkan berada di 18 persen dan 2024 ada di angka 14 persen.
Penurunan angka stunting hingga 14 persen di tahun 2024 merupakan intruksi presiden Joko Widodo.
Indra Arie menjelaskan untuk menekan angka stunting Kutim, pihaknya telah membentuk tim percepatan penurunan stunting tingkat kabupaten sejak 2021.
“Dengan anggotanya mulai dari OPD terkait dan Tim PKK. Kami sudah melakukan pembentukan tim percepatan penurunan stunting ditingkat kecamatan, yang terakhir dan baru diresmikan pada Juli 2022 pembentukan tim di wilayah desa dan kelurahan,”ujarnya, Rabu (7/12/2022).
Bahkan pihaknya pun telah membentuk tim PKK di wilayah kelurahan dan desa di 18 kecamatan sebanyak 531 orang yang terdiri dari kader, PKK dan Bidan.
“Saya berharap upaya yang kita lakukan ini bisa menurunkan angka stunting hingga 14 persen di tahun 2024,” tuturnya.
Sementara itu, Asisten Pemkesra Seskab Kutim Poniso Suryo Renggono berharap tim bentukan tersebut dapat bersinergi melakukan rencana aksi yang berkelanjutan dan terencana agar mampu menekan angka stunting di Kutim.
Ia menegaskan bahwa pemerintah Kutim akan siap mendukung segala jenis kebutuhan di lapangan terkait percepatan penurunan stunting.
“Saya juga tegaskan kepada seluruh stakeholder terkait untuk bekerja maksimal sebab stunting juga menjadi salah satu penilaian kinerja pemerintah,”tandasnya.
Akan hal ini, OPD terkait dan pihak kecamatan berkomitmen melakukan percepatan penurunan angka stunting agar bisa mencapai target yang ditetapkan dengan dibuktikan melalui penandatanganan komitmen bersama percepatan penurunan stunting.

