Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Akhir Pekan Berakhir, Kecemasan Datang? Kenali Fenomena Sunday Blues

    Mei 31, 2026

    Dari Tanah ke Kehidupan, Seni Bertani yang Menghidupi Negeri

    Mei 31, 2026

    Muswil KKSS Kaltim Kian Sengit, Ridwan Tasa dan Muhammad Nasir Adu Kuat Rebut Dukungan BPD

    Mei 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kutim»Pesta Adat Pelas Tanah, Simbol Kesejahteraan dan Kemakmuran Masyarakat Kutim
    Diskominfo Kutim

    Pesta Adat Pelas Tanah, Simbol Kesejahteraan dan Kemakmuran Masyarakat Kutim

    NandaBy NandaOktober 22, 202203 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Sangatta – Setelah 2 tahun tertunda akibat pandemi Covid-19, Pesta Adat Pelas Tanah ke-7 Kabupaten Kutai Timur, kembali diselenggarakan selama 8 hari mulai tanggal 21 hingga 28 Oktober 2022 di Polder Ilham Maulana, Sangatta, Kutai Timur.

    Pesta Adat Pelas Tanah adalah kegiatan yang diwariskan nenek moyang kita, dengan mengangkat adat istiadat dan budaya asli daerah Kabupaten Kutai Timur. Dalam penyelenggaraannya, adat besar Kutai bersama seluruh paguyuban bahu membahu mensukseskannya.

    Dikatakan Ketua Panitia Rustam Efendi Lubis, seluruh paguyuban di Kutai Timur ikut berpartisipasi. Tidak hanya itu, semua stakeholder, pihak swasta dan perusahaan turut memberikan sumbangsihnya.

    “Terlihat sekali kebhinekaan yang saling bahu-membahu dalam mengangkat budaya asli di daerah kita. Terima kasih juga kepada PT Kaltim Prima Coal, PT Thiess, PT Pama dan PT Kota Bima, yang telah memberikan dukungan yang sangat luar biasanya,”ungkapnya.

    Sementara itu, Ketua Adat Besar Kutai Timur Sayyid Abdal Nanang Al-Hasani berharap agar adat dan paguyuban bisa bekerja sama dalam penyelenggaraan “Pesta Adat Pelas Tanah”.

    “Kita bersatu dengan semua paguyuban untuk mempererat tali persaudaraan. Ini salah satu upaya untuk mengantisipasi perkelahian antara suku dan agama. Syukur alhamdulillah mulai tahun 2016, Kutai Timur tidak ada masalah yang berarti,” terangnya.

    Menurutnya, semua paguyuban yang ada di Kaltim ini menghargai adat setempat sesuai slogan ‘dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung’. Buktinya, seluruh paguyuban selalu bersama setiap ada acara.

    Alhamdulillah, saya lihat cukup meriah didatangi para pengunjung. Kita bisa menampilkan UMKM, mudahan UMKM di Kabupaten Kutai Timur, bisa kita perjuangkan untuk meningkatkan taraf hidup mereka.

    “Paguyuban dan adat besar jangan terpisahkan, kita tetap bersatu dan erat dengan persaudaraan bagaimana pun kondisinya,” pesannya.

    Ditempat yang sama mewakili Bupati Kutai Timur, Asisten Adminitrasi Umum Seskab Kutim Jamiatul Khair Daik, mengatakan bahwa Pesta Adat Pelas Tanah merupakan event budaya yang dilaksanakan setiap tahunnya mengikuti rangkaian HUT Kabupaten Kutai Timur.

    Selain itu, Pesta Adat Pelas Tanah ini adalah perayaan kebudayaan adat Kutai Timur yang menampilkan ciri khas Kerajaan Kutai selama Kabupaten Kutai Timur ada.

    Oleh karenanya, kegiatan ini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari warisan budaya yang harus dijunjung tinggi oleh semua pihak.

    “Kita harus memelihara, melestarikan, mengembangkan dan mempertahankan budaya. Karena, ini adalah budaya asli daerah yang harus kita tampilkan. Tugas kita bersama membawa Pelas Tanah menjadi kebanggaan sebagai warga Kutai Timur,” harapnya.

    Pesta Adat Pelas Tanah lanjutnya, juga merupakan simbol kesejahteraan dan kemakmuran bagi masyarakat Kutai Timur. Maka, kegiatan seperti ini menjadi wadah untuk membangun kebersamaan yang melibatkan banyak suku.

    “Bukan hanya suku Kutai saja, tapi juga ada Dayak, Banjar, Jawa, Bugis dan suku lainnya yang ada di Kutai Timur. Mereka semua hidup rukun dan damai, sehingga dapat bersatu membangun Kutai Timur, yang sejahtera untuk semua,” tegasnya.

    Kegiatan ini diharapkan menjadi salah satu upaya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat luas bahwa kebudayaan harus dilestarikan terutama bagi generasi penerus.

    “Kita berharap bisa meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai potensi seni dan budaya yang dimiliki Kutai Timur. Semoga kegiatan ini membawa berkah dan masyarakat Kutim semakin bangga mencintai budaya daerahnya. Sehingga, dapat mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, berbudaya dan bersatu,” tutupnya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Nanda

    Related Posts

    Dikejar Keterbatasan Anggaran, Samarinda Genjot Pariwisata Lewat Branding dan Inovasi

    Maret 31, 2026

    Pemprov Kaltim Dorong Pengembangan Desa Wisata, Kampung Tenun Samarinda Jadi Percontohan

    Maret 31, 2026

    Pantai Pemedas Diserbu Wisatawan, Warga Sanga-Sanga Manfaatkan Libur Lebaran

    Maret 25, 2026

    Pantai Pemedas Samboja Dipadati Pengunjung, Wisatawan Nikmati Libur Lebaran

    Maret 25, 2026

    Harga Tiket Tetap, Theme Park Samarinda Terapkan Tarif Weekend Selama Libur Lebaran

    Maret 24, 2026

    Wisatawan dari Berau Pilih Samarinda Theme Park untuk Libur Lebaran

    Maret 24, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Akhir Pekan Berakhir, Kecemasan Datang? Kenali Fenomena Sunday Blues

    R’syaMei 31, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Akhir pekan menjadi waktu yang sangat disukai banyak orang karena setelah penat…

    Dari Tanah ke Kehidupan, Seni Bertani yang Menghidupi Negeri

    Mei 31, 2026

    Muswil KKSS Kaltim Kian Sengit, Ridwan Tasa dan Muhammad Nasir Adu Kuat Rebut Dukungan BPD

    Mei 31, 2026

    Telur Rebus Jadi Mulus dan Tidak Retak, Cukup Tambahkan Satu Sendok Bumbu Ini

    Mei 31, 2026

    Hari Tasyrik Berakhir, Saatnya Kembali Menghidupkan Puasa Sunnah

    Mei 30, 2026
    1 2 3 … 3,112 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.