
Reporter: Nuril – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Sangatta – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) akan meningkatkan sasaran vaksinasi Covid-19 untuk remaja usia 12-17 tahun di setiap desa.
Setelah berkembangnya penelitian mengenai vaksinasi Covid-19, pemerintah pusat telah menetapkan sasaran vaksinasi yang diberikan kepada remaja usia 12-17 tahun. Menyikapi hal itu, pemerintah Kutim melalui Dinkes akan mengikuti program tersebut.
“Nanti kalau ada vaksinnya, kami akan menambah sasaran pada remaja usia 12 tahun keatas,” ungkap Kepala Dinkes Kutim, Bahrani Hasanal kepada Insitekaltim.com melalui sambungan telepon, Kamis (15/7/2021)
Bahkan jika kedepan pemerintah pusat meminta untuk menyasar pada anak usia dibawah 12 tahun, ia tetap akan melaksanakan.
Sejatinya, program vaksinasi ini merupakan salah satu wujud pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di Indonesia.
Namun hingga saat ini program vaksinasi Covid-19 untuk usia 12-17 tahun belum berjalan di Kutim.
“Vaksinnya belum ada, jadi belum bisa kita terapkan, yang dosis kedua saja belum terpenuhi,” jelas mantan Direktur RSUD Kudungga itu.
Meskipun begitu, secara teknis ia menyampaikan akan melaksanakan program tersebut melalui tingkat desa.
Berkaca pada pelaksanaan vaksinasi sebelumnya, ia akan memberikan formulir kepada pihak desa untuk melakukan pendaftaran vaksinasi usia 12-17 tahun.
“Kalau melihat pengalaman selama ini, kita membuka asal daftar begitu menjadi kerumunan, jadi nanti kami akan membagikan formulir pendaftaran ke desa,” terangnya.
Untuk itu, pihaknya akan mendatangi masing-masing desa untuk memberikan formulir pendaftaran. Lalu vaksinasi juga hanya akan diberikan bagi pemilik formulir tersebut sesuai jadwal yang ditentukan.
Selain itu pelayanan vaksinasi juga menyesuaikan daftar yang telah diberikan kepada desa. Sehingga bagi penerima vaksin yang datang tidak tepat pada waktunya tidak bisa menerima vaksin pada hari itu.
“Daftar jam sekian, jika melewati jam tersebut maka kami tidak bisa melayani lagi,” tambahnya.
Ia juga menyampaikan vaksinasi untuk remaja usia 12-17 tahun dilakukan per desa tujuannya agar tidak muncul klaster vaksin.
“Per desa saja nanti agar tertib dan menghindari kerumunan, takutnya (jika langsung disentralkan) ada klaster vaksin nanti,” tutupnya.

