Reporter: Dina – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Samarinda – Minimnya Alat Pelindung Diri (APD) membuat masyarakat berinisiatif membantu memenuhi kebutuhan tersebut. Semakin hari, penyebaran virus corona (Covid-19) terus meningkat. Tenaga medis perlu banyak APD saat menangani pasien. Hal ini menggugah Ketua Pemuda Kerukunan Bubuhan Banjar Kaltim, ikut membuat baju APD dan masker.

Fahrian Nur, inisiator sekaligus Ketua Pemuda Kerukunan Bubuhan Banjar Kaltim, menyatakan kepada Insitekaltim.com via telepon Jumat (3/4/2020). Dirinya tergerak turut memenuhi kebutuhan APD, apalagi menjahit adalah keahliannya.
Ia menjelaskan, APD sangat terbatas. Sedangkan pasokan dari luar terlambat. Karena itu, ia mengerakan para pemuda berpartisipasi membuat APD ini.
“Harga sesuai kerja sehari-hari saja. Ini bukan bisnis. Namun dari rasa ingin menolong,” ungkapnya.
Fahrian mengatakan, ada 15 pekerja membantu pembuatan APD ini. Bahan baju kain parasut. Sesuai arahan Dinas Kesehatan. Sedangkan masker kain oxpord.
“Untuk kain baju memang harus yang kedap air, dan bisa digunakan berkali-kali. Jika terpapar bisa disemprot disinfektan atau disterilkan,” bebernya.
Lanjutnya, banyak yang sudah pesan baju APD ini. Seperti klub otomotif dan lainnya. Mereka pesan baju dan masker. Ada beberapa instansi request warna tertentu,” sambungnya.
Ia akan terus memproduksi APD, targetnya sehari mendapatkan 15 baju setiap penjahit. “Apalagi melihat kondisi saat ini semakin merebak virus corona,” pungkasnya.

