Reporter: Dina – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Samarinda – Inovasi yang dilakukan Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kelurahan Sengkotek, Loa Janan Ilir sangat luar biasa. Sadar akan bahaya penyebaran corona virus disease (Covid-19), para kadernya membuat masker sendiri. Bukan dijual, masker itu dibagi-bagikan kepada masyarakat sekitar secara gratis.

Sasaranya adalah kepada para pedagang di wilayah Kelurahan Sengkotek yang berjualan. Lurah Sengkotek, Novi Kurnia Putra, yang diwawancarai via telepon seluler, Senin(30/3/2020) mengatakan, pembagian masker ini merupakan pengaplikasian kader PKK. “Sebelumnya kami pernah melaksanakan pelatihan menjahit. Masker ini merupakan hasil tangan dari kader PKK,” ujarnya.
Kurnia menyampaikan, ini waktu yang tepat memberdayakan ilmu yang dipelajari dengan membuat masker. “Masker kami berikan kepada para pedagang yang berjualan di daerah Sengkotek, seperti para buruh, ibu hamil, serta masayarakat yang beraktivitas diluar rumah,” jelasnya.
Lebih lanjut Novi membeberkan, kegiatan ini didukung beberapa elemen masyarakat, seperti Relawan Pemuda Peduli Bencana (PPB), Regana, Rescue Independen, Relawan TP PKK serta Babinkamtibmas, membantu membagikan masker.
Sementara itu, Ketua PKK Sengkotek, Nur Eliana, menyampaikan kegiatan tersebut bentuk kepedulian PKK kepada masyarakat setempat. “Hari ini kami membagikan masker di 20 RT (Rukun Tetangga, red.) di Sengkotek,” bebernya.
Eliana menjelaskan, bahan didapatkan dari sumbangan seluruh kader PKK. Proses pekerjaan seperti pencucian, jemur, menjahit, setrika hingga dibungkus dilakukan oleh semua kader PKK, agar masker dalam kondisi siap pakai saat dibagikan.
Ia, berharap masyarakat mengerti betapa bahayanya Covid-19 ini, karena sampai sejauh ini masih banyak warga yang tetap berjualan memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Kami paham betul masyarakat di sini banyak yang harus bekerja demi mencukupi kebutuhan sehari-hari, meski diketahui sekarang was-was akan penyebaran virus corona,” ungkapnya.
Karena itu, dengan memberikan masker tersebut, paling tidak membantu menjaga masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

