
Reporter: Nada – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Samarinda – Nidya Listiyono lakukan reses serap aspirasi masyarakat di Kelurahan Sengkotek, Kecamatan Loa Janan Ilir, Kota Samarinda, Jumat (14/2/2020).
Dalam resesnya, masyarakat Sengkotek mengeluhkan persoalan gorong-gorong yang ada di RT. 18.

“Sudah mulai tersumbat, tentu akan kita inventaris dulu permasalahannya dimana, titik-titik juga akan kita cari tahu untuk melihat lokasinya seperti apa,” ungkap anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kalimantan Timur (DPRD Kaltim) ini kepada wartawan Insitekaltim.com.
Tidak hanya gorong-gorong, penambahan posyandu dan poskamling di wilayah Sengkotek juga disampaikan oleh warganya.
“Tentunya ini berada di ranahnya Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, maka akan kita sampaikan dan saya sendiri akan mengawal Pak Lurah Sengkotek untuk bisa berkomunikasi dengan teman-teman di dewan Kota Samarinda,” ujarnya.
Untuk masalah posyandu yang kurang, Tyo, sapaannya akan mengarahkan hal tersebut ke Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim).
“Tetapi yang lebih cepat dan utama yah itu tadi diinventarisir dulu, akan ada hasil Musrenbang (Musyawaran Perencanaan Pembangunan), nah dari situ jika memang itu menjadi areanya provinsi, maka saya akan memperjuangkan,” jelasnya.
Tyo mengatakan, dari informasi yang disampaikan masyarakat Sengkotek, terjadi pendangkalan di wilayah Sungai Mahakam.
“Ini harus jadi perhatian pemerintah. Namun saya belum tahu apakah ini masuk ruang terbuka hijau atau bukan, akan kita lihat datanya seperti apa,” terangnya.
Tyo mengatakan di kelurahan yang terdapat Jembatan Mahakam Ulu untuk menghubungkan Kecamatan Loa Janan Ilir dengan Kecamatan Sungai Kunjang ini memiliki potensi lain yang bisa dikembangkan.
“Potensi ekonominya ada karena disini yang saya lihat memiliki keramba-keramba. Untuk lainnya, perusahaan-perusahaan yang berada di wilayah Sengkotek mungkin bisa bersinergi dengan masyarakatnya. Apakah terkait tenaga kerjanya, atau produksinya, kalau bisa connecting, justru itu menjadi lebih baik,” katanya.
Tyo berharap masyarakat Sengkotek melalui perangkat-perangkatnya bisa menggali potensi lain yang dimiliki warganya.
“Kalau memang punya kemauan bisa saja, apalagi jika ada potensi di sektor wisata karena Sengkotek merupakan wilayah yang berada di ujungnya Samarinda,” tuturnya.

Lurah Sengkotek Novi Kurnia Putra menyampaikan kunjungan Tyo menjadi kesempatan yang baik sekali untuk warganya.
“Biasanya untuk kelurahan, kita lebih banyak berkomunikasi dengan dewan kota, tetapi kedatangan Pak Tyo justru menjadi hal baik bagi kami, khususnya dalam masalah pembangunan yang ada di ranahnya provinsi bisa tersalurkan secara langsung dan mungkin menjadi pertimbangan,” ucapnya.
Terkait keramba yang dinilai Tyo bisa menjadi potensi lain bagi masyarakat Sengkotek, Novi mengatakan bahwa dirinya setuju akan usulan dari anggota dewan fraksi Golkar tersebut.
“Karena potensi keramba kita sangat bagus. Seperti yang ada di Loa Duri, kondisi kerambanya disana sangat maju. Pemerintah juga mendukung, namun memang disini ada masalah soal sungai karena ada pendangkalan, khususnya di RT. 18 ini. Mungkin dengan reses yang dilakukan hari ini, bisa menjadi pertimbangan yang nantinya akan disampaikan oleh Pak Tyo,” pungkasnya.
