Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Aji Sofyan Effendi Menilai: Danantara Mampu Perkuat Pengelolaan Aset Strategis Nasional

    Juni 14, 2026

    Sering Stres? Berenang Bisa Jadi Cara Sederhana Menenangkan Pikiran

    Juni 14, 2026

    Manfaat Gym untuk Kesehatan Tubuh, Tak Sekadar Membentuk Otot

    Juni 14, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Nasional»Jadi Nominator Proyek CRIC Uni Eropa, Walikota Samarinda Presentasi Manajemen Kualitas Udara
    Nasional

    Jadi Nominator Proyek CRIC Uni Eropa, Walikota Samarinda Presentasi Manajemen Kualitas Udara

    AdminBy AdminJanuari 31, 202004 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Reporter : Dina – Editor : Redaksi

    Insitekaltim,Jakarta – Kota Samarinda, menjadi nominator dalam proyek Climate Rescience and Inclusive Cities (CRIC) untuk wilayah Indonesia dan Kawasan Asia Pasifik yang diselenggarakan Uni Eropa (EU) berkolaborasi bersama Asosiasi Kota dan Pemerintah Daerah se-Asia Pasifik (United Cities and Local Goverments Asia Pacific atau UCLG ASPAC.

    Proyek ini didanai oleh Uni Eropa dan diimplementasikan oleh UCLG ASPAC, Pilot 4 Dev, ACR+, ECOLISE, AIILSG dan Universitas Paris-Est Marne-la-Vallee. Ini adalah proyek 5 tahunan yang akan memberikan kontribusi pada pembangunan perkotaan terpadu yang berkelanjutan, tata pemerintahan yang baik, serta adaptasi iklim/mitigasi.

    Seusai peluncuran proyek yang didanai Uni Eropa sebesar 3,2 juta Euro (sekitar Rp 49 Milyar), Walikota Samarinda Syaharie Jaang memaparkan tinjauan manajemen kualitas udara Kota Samarinda di Balai Agung, Balai Kota Jakarta, Kamis (30/01/2020).

    “Dengan emisi yang dihasilkan dari berbagai sektor, Pemerintah Kota Samarinda masih berupaya untuk menjaga kualitas udara, terbukti melalui indeks kualitas udara yang mencapai 91,18 yaitu kategori baik. Upaya-upaya dalam menjaga kualitas udara ditempuh dengan berbagai inisiatif, terlebih lagi dalam menyongsong Kaltim sebagai Ibukota Negara, dimana Samarinda sebagai daerah penyangga, sehingga harus bersiap sejak sekarang,” ungkap Jaang yang dalam kesempatan itu hadir bersama Asisten I Sekretariat Daerah Tejo Sutarnoto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Nurrahmani dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Aji Syarif Hidayatullah.

    Berbagai inisiatif yang dilakukan, kata Syaharie Jaang yakni Sedekah Lingkungan, Kesuma Cinta Plus dan Si PeSuT (akSi Pegawai Sumbang Tanaman).

    Sedekah lingkungan adalah program penggerakan partisipasi sektor swasta. Ketika pihak swasta ingin mendapatkan izin lingkungan, salah satu syaratnya adalah menanam pohon di area bisnis dan menggunakan kompos. Terdapat 1.595 pohon ditanam dengan menggunakan kompos oleh 55 pihak swasta di tahun 2019.

    Kemudian Kesuma Cinta Plus adalah program penggerakkan partisipasi masyarakat lewat pasangan yang bermaksud melaksanakan pernikahan dengan cara menyumbangkan satu pohon hias (bunga/tanaman hias) beserta pupuk organik (kompos) kepada Pemkot Samarinda.

    Begitu pun Si PeSuT merupakan kegiatan menyumbangkan tanaman hias, tanaman peneduh dan atau tanaman produktif oleh pegawai negeri. Ini untuk meningkatkan partisipasi dan kepedulian bahwa 1 pohon bisa menghasilkan oksigen yang cukup untuk 2 orang.

    “Dalam rangka menjaga kualitas udara yang responsif dan berkesinambungan, Pemerintah Kota Samarinda akan mengembangkan Internet of Things (IoT) berupa sistem monitoring yang terintegrasi dengan Command Center, sehingga dapat dijadikan dasar pengambilan kebijakan dan peringatan dini apabila terjadi masalah dengan kualitas udara, sehingga kami perlu dukungan dalam hal pembuatan sensor udara yang dipasang pada tiang lampu jalan di beberapa area yang menghasilkan emisi terbesar, antara lain di pusat kota, daerah perumahan/pemukiman dan daerah pertanian. Dari pengembangan IoT, maka kami dapat menjaga kualitas udara kota setiap saat,” ucap Jaang semangat.

    Sebelumnya Sekretaris Jenderal UCLG ASPAC Dr Bernadia Irawati Tjandradewi mengemukakan proyek CRIC merupakan inisiatif jangka panjang yang akan membantu kota-kota yang berkomitmen tinggi untuk dapat bertindak mengatasi kejadian-kejadian berkaitan dengan perubahan iklim.

    Ia menegaskan, projek CRIC ini tidak hanya sekadar menambah jejaring antar kota dan peningkatan kapasitas SDM di lingkungan Pemerintah Daerah, namun juga membantu pengembangan kota berketahanan secara berkelanjutan.

    Ia menyebut, kota yang berketahanan harus mampu menunjukkan kesiagaan atas setiap masalah, musibah dan bencana alam, antara lain transportasi, tata kelola sampah maupun limbah, saluran air, kawasan pemukiman, termasuk epidemik (wabah) dari penyakit akibat perubahan iklim.

    Direktorat Jenderal Perubahan Iklim, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dr Ruanda Sugardiman menyampaikan, kegiatan proyek baru ini berdampak sangat signifikan dan membantu capaian Indonesia untuk menurunkan emisi dalam rangka pemenuhan National Determined Contribution.

    Ia menyebut bahwa Indonesia mampu menurunkan emisi sebesar 29 persen dari upaya dan dananya sendiri dan bisa meningkat hinga mencapai 41 persen apabila ada dukungan dari internasional.

    Acara ini dihadiri lebih dari 80 perwakilan dari 20 Pemerintah Daerah di Indonesia, Kementerian, Badan Pembangunan Daerah tingkat lokal dan nasional, organisasi mitra, institusi akademik dan media.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Admin

    Related Posts

    Tekan Risiko Stunting, Wawali Samarinda Soroti Pentingnya Edukasi Calon Pengantin

    Juni 8, 2026

    Bapperida Pastikan Program OPD 2027 Selaras dengan Target Pembangunan Samarinda

    Juni 4, 2026

    20 Juta Kiloliter Bensin Masih Impor, Bahlil: Akan Kita Konversi ke Etanol

    Mei 22, 2026

    Bahlil Ingatkan KKKS, Segera Serahkan PI Kaltim

    Mei 21, 2026

    Rekrutmen CASN 2026 Makin Dekat, Kepala BKN Pastikan Pengumuman Segera Dirilis

    Mei 20, 2026

    Sertifikasi Gratis Jadi Bekal Peserta Magang Hadapi Dunia Kerja

    Mei 7, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Aji Sofyan Effendi Menilai: Danantara Mampu Perkuat Pengelolaan Aset Strategis Nasional

    Nur AjijahJuni 14, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Di tengah tantangan ekonomi global dan kebutuhan menjaga stabilitas devisa Indonesia. Pengamat Ekonomi…

    Sering Stres? Berenang Bisa Jadi Cara Sederhana Menenangkan Pikiran

    Juni 14, 2026

    Manfaat Gym untuk Kesehatan Tubuh, Tak Sekadar Membentuk Otot

    Juni 14, 2026

    Berenang Vs Lari, Mana yang Lebih Cepat Membakar Lemak Perut?

    Juni 14, 2026

    Rita Widyasari Belum Buka Pintu Politik, Pilih Fokus Pulihkan Nama Baik

    Juni 14, 2026
    1 2 3 … 3,144 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.