Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Desa Prayon: Kecil dalam Wilayah, Besar dalam Kebersamaan dan Potensi

    Agustus 20, 2026

    72 Karhutla Terjadi di Samarinda, Pemkot Sebut 99 Persen Dipicu Aktivitas Manusia

    Agustus 20, 2026

    Cegah Narkoba Sejak Dini, Ismail Latisi Dorong Edukasi Antinarkoba Masuk Kurikulum Sekolah

    Agustus 20, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Pemerintah
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    • Lifestyle
    • Olahraga
    • Kesehatan
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»62,97 Persen Kasus Kekerasan di Kaltim Menimpa Anak
    Diskominfo Kaltim

    62,97 Persen Kasus Kekerasan di Kaltim Menimpa Anak

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaAgustus 19, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala DP3A Kaltim Noryani Sorayalita
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Angka kasus kekerasan di Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan. Hingga 30 Juni 2025, tercatat 662 kasus kekerasan dengan dominasi korban anak mencapai 454 kasus atau sekitar 62,97 persen. Data ini dirilis Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim sebagai peringatan bahwa ancaman kekerasan masih nyata di tengah masyarakat.

    Kepala DP3A Kaltim Noryani Sorayalita menyampaikan kekhawatirannya saat membuka Seminar dan Parenting Disiplin Positif di Era Digital, di Hotel Puri Senyiur, Selasa, 19 Agustus 2025.

    “Kami berharap angkanya menurun. Dengan 662 kasus hingga Juni, kami khawatir jumlahnya akan terus meningkat,” ujarnya.

    Soraya menjelaskan, tren kasus kekerasan memang fluktuatif. Meski pada 2024 terjadi penurunan 167 kasus dibanding tahun sebelumnya, dari 1.108 kasus menjadi 941 kasus. Namun potensi kenaikan kembali sangat besar. Dari keseluruhan data, kekerasan seksual menempati posisi tertinggi, disusul kekerasan fisik dan psikis.

    Ia menilai, salah satu pemicu meningkatnya kekerasan pada anak adalah faktor lingkungan, termasuk media sosial. Anak-anak kerap meniru perilaku kekerasan yang mereka lihat, sementara pengawasan orang tua masih minim.

    “Di sinilah peran keluarga menjadi garda terdepan. Anak tidak hanya butuh kasih sayang, tapi juga pendampingan saat bersentuhan dengan teknologi digital,” tegasnya.

    Pemerintah Provinsi Kaltim sendiri telah menerbitkan Surat Edaran Gubernur Nomor 463/3397/III/DKP3A/2019 tentang pembatasan penggunaan gawai di lingkungan keluarga maupun pendidikan. Regulasi tersebut menjadi pengingat bagi orang tua untuk lebih bijak dalam mengatur pola penggunaan teknologi di rumah.

    Selain regulasi, pemerintah juga menyediakan layanan konseling dan edukasi melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Program ini hadir untuk membekali orang tua dengan strategi pola asuh yang sehat, disiplin positif, serta membangun komunikasi yang harmonis dalam keluarga.

    “Kami ingin keluarga di Kaltim semakin tangguh, berdaya, dan mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, serta berkarakter,” pungkas Soraya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Rudy Mas’ud Pastikan Segiri Bisa Dipakai Borneo FC Berlaga di Kancah Asia

    Mei 18, 2026

    Benteng untuk Guru, PGRI Kaltim Diminta Prioritaskan Perlindungan Hukum dan Sertifikasi

    Mei 15, 2026

    Latsar CPNS Kutim Ditutup dengan Pesan Ketangguhan

    Mei 15, 2026

    IKAMBA Kaltim Resmi Dilantik, Seno Aji Soroti Peran Strategis Warga Manggarai Barat

    Mei 15, 2026

    Temindung Creative Hub Jadi Motor Baru Ekraf Kaltim, Rindekrafda 2026–2030 Disiapkan

    Mei 13, 2026

    Dari Tambang ke Kreatif, Gekraf Kaltim Didorong Jadi Motor Ekonomi Baru

    Mei 12, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Desa Prayon: Kecil dalam Wilayah, Besar dalam Kebersamaan dan Potensi

    Ratu ArifanzaAgustus 20, 2026

    Di antara wilayah Kecamatan Muara Komam, Desa Prayon hadir sebagai salah satu desa dengan wilayah…

    72 Karhutla Terjadi di Samarinda, Pemkot Sebut 99 Persen Dipicu Aktivitas Manusia

    Agustus 20, 2026

    Cegah Narkoba Sejak Dini, Ismail Latisi Dorong Edukasi Antinarkoba Masuk Kurikulum Sekolah

    Agustus 20, 2026

    Pengabdian Dosen Dorong Penguatan Identitas Mamanda Kutai melalui Ecological Dramaturgy

    Agustus 20, 2026

    Ismail Latisi Soroti Kekurangan Guru di Samarinda, Dorong Pengangkatan ASN

    Agustus 20, 2026
    1 2 3 … 3,287 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.