Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Aliansi Masyarakat Kaltim Kritik Kebijakan Pemprov, Soroti Dugaan Dinasti Politik

    April 21, 2026

    Kapolda Kaltim Tegaskan Aksi Terkendali, Peringatkan Penyampaian Aspirasi Harus Elegan

    April 21, 2026

    Gubernur Kaltim Bungkam Usai Aksi Seharian, Langsung Tinggalkan Kantor Tanpa Pernyataan

    April 21, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»62,97 Persen Kasus Kekerasan di Kaltim Menimpa Anak
    Diskominfo Kaltim

    62,97 Persen Kasus Kekerasan di Kaltim Menimpa Anak

    Ratu ArifanzaBy Ratu ArifanzaAgustus 19, 2025Updated:Februari 4, 202602 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Kepala DP3A Kaltim Noryani Sorayalita
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Angka kasus kekerasan di Kalimantan Timur kembali menjadi sorotan. Hingga 30 Juni 2025, tercatat 662 kasus kekerasan dengan dominasi korban anak mencapai 454 kasus atau sekitar 62,97 persen. Data ini dirilis Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim sebagai peringatan bahwa ancaman kekerasan masih nyata di tengah masyarakat.

    Kepala DP3A Kaltim Noryani Sorayalita menyampaikan kekhawatirannya saat membuka Seminar dan Parenting Disiplin Positif di Era Digital, di Hotel Puri Senyiur, Selasa, 19 Agustus 2025.

    “Kami berharap angkanya menurun. Dengan 662 kasus hingga Juni, kami khawatir jumlahnya akan terus meningkat,” ujarnya.

    Soraya menjelaskan, tren kasus kekerasan memang fluktuatif. Meski pada 2024 terjadi penurunan 167 kasus dibanding tahun sebelumnya, dari 1.108 kasus menjadi 941 kasus. Namun potensi kenaikan kembali sangat besar. Dari keseluruhan data, kekerasan seksual menempati posisi tertinggi, disusul kekerasan fisik dan psikis.

    Ia menilai, salah satu pemicu meningkatnya kekerasan pada anak adalah faktor lingkungan, termasuk media sosial. Anak-anak kerap meniru perilaku kekerasan yang mereka lihat, sementara pengawasan orang tua masih minim.

    “Di sinilah peran keluarga menjadi garda terdepan. Anak tidak hanya butuh kasih sayang, tapi juga pendampingan saat bersentuhan dengan teknologi digital,” tegasnya.

    Pemerintah Provinsi Kaltim sendiri telah menerbitkan Surat Edaran Gubernur Nomor 463/3397/III/DKP3A/2019 tentang pembatasan penggunaan gawai di lingkungan keluarga maupun pendidikan. Regulasi tersebut menjadi pengingat bagi orang tua untuk lebih bijak dalam mengatur pola penggunaan teknologi di rumah.

    Selain regulasi, pemerintah juga menyediakan layanan konseling dan edukasi melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga). Program ini hadir untuk membekali orang tua dengan strategi pola asuh yang sehat, disiplin positif, serta membangun komunikasi yang harmonis dalam keluarga.

    “Kami ingin keluarga di Kaltim semakin tangguh, berdaya, dan mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, serta berkarakter,” pungkas Soraya.

    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Ratu Arifanza

    Related Posts

    Tak Sekadar Silaturahmi, Halal Bihalal Kaltim Bahas Dukungan Infrastruktur Daerah

    Maret 22, 2026

    Lebaran Pertama, Gubernur Kaltim Pilih Temui Lansia di Panti Sosial

    Maret 21, 2026

    Gubernur Kaltim Soroti Peran Strategis Baznas, Penyaluran Zakat Tembus Rp23 Miliar

    Maret 20, 2026

    Satgas Pangan Polda Kaltim Pastikan Stok Aman, Tidak Ada Penimbunan Jelang Lebaran dan Nyepi

    Maret 17, 2026

    Disperindagkop Kaltim Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying LPG Jelang Lebaran

    Maret 17, 2026

    Jelang Idulfitri, Pemprov Kaltim Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak

    Maret 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Aliansi Masyarakat Kaltim Kritik Kebijakan Pemprov, Soroti Dugaan Dinasti Politik

    Andika SaputraApril 21, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur (Kaltim) bersama mahasiswa menyampaikan kritik terhadap kebijakan…

    Kapolda Kaltim Tegaskan Aksi Terkendali, Peringatkan Penyampaian Aspirasi Harus Elegan

    April 21, 2026

    Gubernur Kaltim Bungkam Usai Aksi Seharian, Langsung Tinggalkan Kantor Tanpa Pernyataan

    April 21, 2026

    Mahasiswa Kepung Kantor Gubernur Kaltim, BEM FISIP Unmul Desak Evaluasi Pemprov dan DPRD

    April 21, 2026

    Aksi di Depan Kantor Gubernur Kaltim Memanas, Massa Lempari Aparat hingga AWC Diturunkan

    April 21, 2026
    1 2 3 … 3,065 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.