Insitekaltim, Samarinda – Antusias masyarakat terhadap kehadiran Masjid Ash Shabirin di Samarinda Seberang, Kota Samarinda terus menunjukkan peningkatan, bahkan sejak sebelum pembangunan masjid tersebut rampung sepenuhnya. Hal itu disampaikan oleh Khairullah Bulkis selaku Ketua I Bidang Pembangunan dan Dana Masjid Ash Shabirin.

Ia mengungkapkan masyarakat telah menantikan pembukaan masjid tersebut selama kurang lebih 13 bulan proses pembangunan. Penantian itu akhirnya terjawab saat masjid mulai difungsikan pada 21 Ramadan lalu.
“Alhamdulillah masyarakat sudah menunggu sekitar 13 bulan. Sejak 21 Ramadan, masjid ini sudah digunakan untuk ibadah bersama,” ujarnya saat diwawancara, Kamis 26 Maret 2026.
Menurutnya, sejak mulai difungsikan masjid telah digunakan untuk berbagai aktivitas ibadah mulai dari salat wajib seperti Zuhur, Asar, dan Magrib, hingga salat Tarawih serta salat Jumat.
Awalnya terdapat rencana agar Wali Kota Samarinda hadir dan mengisi khutbah pada Jumat pertama penggunaan masjid. Namun rencana tersebut belum dapat terealisasi karena padatnya agenda.
Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi semangat masyarakat untuk memanfaatkan masjid sebagai pusat kegiatan ibadah.
Ia juga menyampaikan rasa syukur atas perubahan signifikan yang terjadi pada masjid tersebut. Menurutnya, desain baru yang dihadirkan memberikan nuansa berbeda dibandingkan dengan bangunan sebelumnya.
“Dari tiga desain yang ditawarkan, kami bersama pengurus sepakat memilih desain yang sekarang karena dinilai unik dan belum ada di Indonesia,” jelasnya.
Desain tersebut merupakan hasil perancangan dari pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Samarinda, dengan konsep yang berbeda dari masjid pada umumnya. Dari sisi kapasitas masjid ini mampu menampung sekitar 1.600 hingga 2.000 jamaah, termasuk area halaman.
Hal ini terbukti saat pelaksanaan salat Idulfitri lalu di mana jumlah jamaah membludak hingga meluas ke jalan sekitar masjid.
“Waktu Lebaran kemarin, jamaah sampai ke jalan raya, bahkan hingga ke Jalan reel dan ujung jalan itu penuh semua,” katanya.
Untuk menjaga ketertiban pengurus tidak memperkenankan kendaraan parkir di halaman masjid, sehingga area tersebut dapat dimaksimalkan untuk jamaah.
Dalam pelaksanaan kegiatan ibadah pengurus masjid juga telah membagi peran masing-masing, termasuk dalam pengaturan teknis ibadah yang dikoordinasikan oleh tim khusus.
Khairullah berharap, kehadiran Masjid Ash Shabirin tidak hanya menjadi tempat ibadah tetapi juga dapat menjadi pusat kegiatan keagamaan dan kebanggaan masyarakat Samarinda Seberang.
“Harapan kami, masjid ini bisa terus dimanfaatkan dan menjadi kebanggaan bersama,” pungkasnya
