Reporter : Rian – Editor : Redaksi
Insetekaltim,Tenggarong– Seperti ketiban rejeki tidak terduga, pemilik warung kopi Ibu Kota Negara(IKN), Maryana, yang berlokasi di jalan poros Tenggarong-Kota Bangun KM 20 Loa Ipuh Darat kecamatan Tenggarong, sudah didatangi beberapa orang yang sekedar minum kopi, tapi mengaku broker tanah yang mencari lahan luas sebagai bentuk investasi persiapan Ibu Kota Negara(IKN) baru, yang akan pindah ke Kaltim tepatnya di wilayah Samboja Kukar dan kecamatan Sepaku yang masuk Kabupaten PPU.
“Sudah ada yang datangi saya, mencari tanah luas mencapai hektaran, sebagai investasi jangka panjang untuk dibeli, kalau IKN pasti nyata pindah ke kaltim,” jelas Maryana, belum lama ini, di warkop miliknya.
Maryana mengakui, ada yang mendatangi dirinya dan mencari tanah seluas 500 Ha untuk dijadikan perumahan dan pemukiman, bahkan ada juga yang mengaku orang dekat investor perumahan asal Surabaya, yang juga mencari tanah di Loa Ipuh Darat. Sepengetahuan dirinya, sudah ada empat orang yang mencari informasi tanah dijual di warkopnya.
“Posisi loa ipuh darat sangat strategis, karena dekat dengan desa Jonggon kecamatan Loa Kulu, yang bisa tembus ke kecamatan Sepaku dalam waktu singkat, tembus ke Sepaku hanya 2 jam saja lebih sedikit,” ucapnya.
Maryana memberikan gambaran harga tanah di Loa Ipuh Darat dengan kisaran harga tanah kaplingan ukuran 10 x 20 meter dengan harga Rp 25 juta/kapling, itu yang sudah dibersihkan, kalau tanah masih rimbun maka bisa jatuh kisaran Rp 30 Juta/kaplingnya.
“Loa Ipuh Darat sangat strategis karena ada Sekolah Polisi Negara(SPN) disini, dan daerah kami menghubungkan dua Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Hulu, dan termasuk jalur ramai padat lalu lintas hampir 24 jam,” papar Maryana, yang sejak 2002 menetap di Loa Ipuh Darat