Reporter: Nuril – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Bontang – Wali Kota Bontang, Basri Rase mengungkapkan banyaknya keluhan warga Bontang terkait kepesertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.
“Permasalahan itu di antaranya kartu BPJS Kesehatan yang ganda,” kata Basri pada sambutannya di acara launching 100 persen kepesertaan BPJS Kesehatan di Pendopo Rujab Wali Kota Bontang, Kamis (5/8/2021)
Kemudian ada status kartu BPJS Kesehatan yang sudah tidak aktif, tapi ketika sakit baru akan dibayar iurannya. Ada juga yang pernah memiliki kartu BPJS Kesehatan sebelumnya tapi hilang.
“Ada juga masyarakat, yang dulu BPJS Kesehatannya ditanggung oleh perusahaan, ketika keluar dari perusahaan tidak mampu membayar,” ucapnya.
Menanggapi pernyataan Wali Kota Bontang tersebut. Kepala BPJS Kesehatan Cabang Samarinda, Mangisi Raja Simarmata membantahnya.
“Kalau kartu BPJS Kesehatan ganda itu tidak mungkin terjadi, kecuali jika NIK yang dimiliki lebih dari satu,” kata Mangisi Raja Simarmata.
Pasalnya, BPJS Kesehatan hanya menerbitkan kartu sesuai nomor induk kependudukan (NIK) yang terdaftar di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).
Selanjutnya, jika kartu BPJS Kesehatan tiba-tiba tidak aktif itu dikarenakan peserta menunggak atau diberhentikan iurannya oleh perusahaan karena berhenti kerja.
Dia pun menyampaikan solusi untuk mengaktifkan kembali kepesertaan BPJS Kesehatan, dengan cara melakukan iuran kembali atau melalui kebijakan dari pemerintah daerah mendaftarkan kembali warga yang terkena PHK oleh perusahaan.
Jika kartu peserta hilang kata dia dapat dilacak melalui BPJS Kesehatan terdekat karena BPJS Kesehatan terkoneksi langsung dengan NIK.
“Saat ini BPJS Kesehatan sudah memiliki aplikasi mobile jaminan kesehatan nasional (JKN). Sehingga keaktifan kartu dapat dilacak melalui aplikasi tersebut dengan mengisi NIK yang telah terdaftar,“ jelasnya.

