Insitekaltim, Samarinda — Wakil Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Seno Aji menegaskan pentingnya percepatan perbaikan infrastruktur serta penguatan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) sebagai langkah strategis untuk menekan inflasi dan menjaga stabilitas harga di Benua Etam.
Menurut Seno Aji, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim terus memberikan perhatian pada pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah dengan tantangan distribusi yang tinggi. Salah satunya adalah perbaikan ruas jalan Kelai–Berau yang telah dikoordinasikan dengan Balai Jalan dan didukung anggaran sekitar Rp120 miliar untuk memperlancar akses dan distribusi barang.
“Perbaikan infrastruktur ini penting untuk menurunkan biaya distribusi. Namun kami juga meminta dukungan pemerintah kabupaten untuk menertibkan kendaraan bertonase besar agar jalan yang sudah diperbaiki tidak kembali rusak,” ujar Seno Aji Kamis, 18 Desember 2025.
Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur di Kabupaten Mahakam Ulu juga terus berjalan dengan progres hampir 70 persen. Terdapat tiga paket pekerjaan dengan total nilai sekitar Rp400 miliar yang ditargetkan rampung hingga 2027. Infrastruktur yang membaik dinilai akan berdampak langsung terhadap penurunan inflasi, terutama di wilayah perbatasan dan terpencil.
Selain infrastruktur, Seno Aji menyoroti pentingnya penguatan peran TPID dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD), baik dari sisi koordinasi maupun dukungan anggaran di tingkat kabupaten dan kota.
“TPID dan TP2DD tidak cukup hanya rapat. Harus ada komitmen anggaran agar program pengendalian inflasi benar-benar berjalan di daerah,” tegasnya.
Ia juga menyinggung persoalan distribusi pangan sebagai salah satu faktor penyumbang inflasi, khususnya akibat keterbatasan pasokan komoditas tertentu karena distribusi ke luar daerah. Seno Aji meminta pemerintah daerah memperketat pengawasan agar hasil produksi pangan Kaltim dapat terserap optimal di dalam wilayah.
Untuk jangka panjang, Pemprov Kaltim menyiapkan program cetak sawah seluas 22 ribu hektare pada 2026, dengan target produksi beras mencapai 320 ribu ton per tahun. Program tersebut akan melibatkan pemerintah kabupaten dan kota, penyuluh pertanian, serta Kementerian Pertanian.
Seno Aji berharap sinergi lintas sektor melalui TPID dan TP2DD terus diperkuat agar inflasi Kalimantan Timur tetap terjaga di bawah rata-rata nasional, sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.
