
Reporter: Nuril – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Sangatta – Pencapaian vaksinasi di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) masih rendah sehingga Wakil Bupati Kutim, Kasmidi Bulang mengadakan evaluasi dengan Camat baik pencapaian vaksinasi maupun status Covid-19 di setiap Kecamatan.
Kasmidi memimpin langsung agenda evaluasi pencapaian pemberian vaksinasi di Kutim. Ia menyampaikan vaksinasi di Kutim termasuk salah satu yang berada di peringkat paling bawah.
“Sedangkan pencapaian vaksinasi Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) termasuk dalam salah satu lima besar di tingkat nasional,” ungkap Kasmidi saat membuka acara rapat evaluasi pemberian vaksinasi Covid-19 bersama Camat se-Kutim di Command Center, Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika, Persandian dan Statistik (Diskominfo Perstik), Kawasan Bukit Pelangi, Sangatta, Jumat (11/6/2021)

Selain itu, ia juga mengatakan jumlah masyarakat lanjut usia (lansia) di Kutim sebanyak kurang lebih 23 ribu orang dari 18 kecamatan. Namun, pencapaian pemberian vaksinasi untuk lansia tergolong masih sangat sedikit.
“Yang jadi kendala bagi kita adalah masyarakat lansia karena pencapaian pemberian vaksinasinya sangat kecil,” ucap Kasmidi.
Saat ini pemberian vaksinasi Covid-19 diprioritaskan untuk pelayan publik dan lansia. Lantaran persentase pencapaian vaksinasi untuk lansia sangat kecil, sehingga grafik pemberian vaksin untuk wilayah Kutim juga rendah.
Ia mengkhawatirkan data masyarakat lansia di Kutim tidak sampai 23 ribu orang. Oleh karena itu, ia bersama tim satuan tugas (Satgas) Cocid-19 mengadakan rapat evaluasi.
“Kita juga kewalahan dalam mencari lansia untuk divaksin, ditambah berita hoaks yang beredar di tengah masyarakat terkait dampak pemberian vaksinasi,” jelas Kasmidi.
Berita hoaks tersebut menjadikan masyarakat enggan melakukan vaksinasi. Sehingga, ia meminta peserta dalam rapat agar ikut meyakinkan masyarakat bahwa vaksinasi Covid-19 itu wajib.
“Ini merupakan program nasional sehingga kita harus ikut menyukseskan program ini,” tutup Kasmidi.

