Insitekaltim, Samarinda – Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Masjid Raya Baitul Muttaqien Islamic Center Kaltim mulai membuka layanan penerimaan zakat sejak 16 Ramadan 1447 Hijriah dengan menghadirkan inovasi sistem pembayaran digital melalui QRIS.
Ketua UPZ, Muhammad Ilmi, menjelaskan, tahun ini masyarakat atau muzaki diberikan kemudahan dalam menunaikan zakat, baik zakat fitrah, zakat mal, infak maupun sedekah.
“Kalau sebelumnya masih manual dengan tanda terima, sekarang kita lengkapi dengan sistem QRIS. Jadi muzaki yang tidak ingin membawa uang tunai bisa langsung melakukan pembayaran melalui barcode,” ujarnya saat ditemui di Islamic Center, Rabu, 18 Maret 2026.
Untuk lokasi penerimaan, UPZ menyiapkan dua titik, yakni pos Menara Asmaul Husna dan pos di klinik belakang kawasan Islamic Center.
Selain itu, UPZ juga mulai melakukan penyaluran zakat kepada masyarakat yang berhak menerima (mustahik), khususnya di tiga kelurahan terdekat, yakni Karang Asam Ilir, Karang Anyar, dan Teluk Lerong Ulu.
Penyaluran tersebut dilakukan secara bertahap, termasuk distribusi beras yang ditargetkan mulai disalurkan sejak hari ini.
Muhammad Ilmi mengungkapkan, hingga saat ini jumlah muzaki masih dalam tahap pendataan. Namun secara umum, penerimaan zakat di pertengahan Ramadan baru mencapai sekitar 20–30 persen dari total keseluruhan.
“Biasanya lonjakan itu terjadi di hari-hari terakhir sampai malam takbiran. Bahkan jumlahnya bisa menyamai dari awal Ramadan sampai menjelang akhir,” jelasnya.
Ia pun mengimbau masyarakat untuk menunaikan zakat lebih awal agar proses distribusi kepada mustahik bisa dilakukan secara maksimal dan tidak menumpuk di akhir waktu.
