Insitekaltim, Samarinda — Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Samarinda Nurrahmani menyampaikan proses penempatan pedagang Pasar Pagi Samarinda tahap pertama terus berjalan dengan sekitar 1.500 pedagang dari total 1.804 yang telah mengambil kunci lapak.
Ia menjelaskan, pengambilan kunci tersebut merupakan bagian dari data tahap pertama yang telah dimasukkan ke dalam aplikasi. Sementara pedagang yang belum tercantum dalam data aplikasi merupakan bagian dari rencana penataan tahap kedua yang memang sengaja dipisahkan agar penyelesaian tahap pertama dapat fokus dan tuntas.
“Data yang masuk di aplikasi itu khusus tahap pertama. Untuk tahap kedua memang belum dimasukkan, karena kami konsentrasi menyelesaikan 1.804 dulu,” jelasnya, Rabu, 14 Januari 2026.
Ia menegaskan, pedagang yang belum masuk dalam data tahap pertama bukan dihilangkan, melainkan akan diperlakukan tersendiri pada tahap berikutnya. Menurutnya, penataan tahap kedua nantinya menyasar pedagang yang memiliki legalitas namun lapaknya selama ini digunakan pihak lain.
Saat ini masih menunggu arahan Wali Kota Samarinda terkait skema penyelesaian tahap kedua tersebut. Pihaknya telah menyiapkan beberapa opsi yang akan dipresentasikan kepada wali kota sebagai pengambil keputusan.
“Kami siapkan beberapa skema. Nanti akan kami sampaikan ke Pak Wali, dan beliau yang menentukan arah kebijakan,” katanya.
Terkait progres lapangan, Nurrahmani menuturkan bahwa meskipun pedagang telah mengambil kunci tidak semuanya langsung menempati lapak karena masih melakukan persiapan seperti pengadaan barang dagangan. Namun Disdag telah mengizinkan pedagang yang sudah menerima kunci untuk mulai berjualan.
Ia berharap proses tahap pertama dapat diselesaikan pada Januari ini. Dengan terealisasinya 1.804 lapak Nurrahmani optimistis sebagian besar persoalan relokasi pedagang Pasar Pagi dapat teratasi.
Selain penataan pedagang, Nurrahmani memastikan kondisi ketersediaan dan harga bahan pokok di Kota Samarinda masih relatif aman. Menurutnya selama pasokan tersedia, fluktuasi harga masih dalam batas wajar dan dapat dikendalikan.
Di sisi lain, Disdag juga terus berkoordinasi dengan kontraktor terkait rencana pemasangan penutup dan penataan area pasar. Saat ini pihaknya masih menunggu contoh bahan dan desain yang akan diajukan untuk kemudian dikonsultasikan kepada Wali Kota Samarinda sebelum diputuskan.
“Begitu bahan dan desainnya disampaikan, akan kami bawa ke Pak Wali untuk dipilih,” pungkas Nurrahmani.
Dengan penyelesaian tahap pertama yang terus berjalan Kadisdag berharap penataan Pasar Pagi dapat berlangsung lebih tertib dan bertahap sembari menunggu arahan lebih lanjut dari Wali Kota untuk pelaksanaan tahap berikutnya.

