Insitekaltim, Samarinda — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menegaskan kesiapan menghadapi berbagai tekanan fiskal yang berpotensi memengaruhi jalannya program pembangunan daerah.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengatakan, situasi ini harus dijadikan momentum untuk memperkuat tata kelola anggaran sekaligus mendorong lahirnya kebijakan yang lebih inovatif dan adaptif.
“Kita siap dengan tekanan-tekanan termasuk tekanan fiskal. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang untuk memperbaiki cara kita mengelola anggaran,” ungkap Rudy Kamis, 27 November 2025.
Menurutnya, salah satu faktor utama yang memengaruhi kondisi fiskal daerah adalah dinamika dana transfer dari pemerintah pusat.
Fluktuasi transfer tersebut berdampak langsung pada kemampuan daerah dalam memenuhi kewajiban belanja, termasuk untuk pelayanan dasar dan program pembangunan.
“Terutama berkaitan dengan dana transfer pusat ke daerah, yang berpengaruh pada kemampuan kita memenuhi mandat belanja,” jelasnya.
Meski demikian, Rudy menegaskan kondisi tersebut tidak boleh dijadikan alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan publik. Justru sebaliknya, tekanan fiskal harus mendorong pemerintah daerah untuk lebih kreatif dan inovatif dalam menyusun kebijakan serta program kerja.
“Tekanan fiskal ini mengarahkan kita untuk berinovasi dan lebih efisien dalam mengelola anggaran,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penajaman prioritas pembangunan agar setiap alokasi anggaran benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, Pemprov Kaltim akan lebih selektif dalam menentukan program prioritas dan mengarahkan anggaran pada sektor-sektor yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Kita harus menyesuaikan mana yang benar-benar prioritas dan memperkuat pelayanan serta efisiensi untuk masyarakat,” katanya.
Ke depan, Pemprov Kaltim akan fokus pada penguatan efisiensi belanja, optimalisasi layanan publik, serta penerapan kebijakan yang transparan dan akuntabel agar pembangunan tetap berjalan berkelanjutan meski di tengah tekanan fiskal.

