Insitekaltim, Samarinda — Suasana religius dan semarak mewarnai Kecamatan Samarinda Seberang menjelang datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Pemerintah bersama lembaga pendidikan dan Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) menggelar kegiatan Tarhib Ramadan berupa pawai sebagai bentuk syiar Islam sekaligus pembinaan generasi muda sejak usia dini.

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 14 lembaga PAUD dan TK di Samarinda Seberang. Peserta pawai melibatkan anak-anak didik, para guru, tokoh agama, tokoh masyarakat, aparat TNI–Polri, serta jajaran pemerintah kecamatan dan kelurahan.
Tarhib Ramadan ini menjadi sarana edukasi keagamaan sekaligus ajang kebersamaan masyarakat dalam menyambut bulan penuh berkah dengan suasana gembira dan damai.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Kota Samarinda Syamsu Nur menyampaikan, salam serta permohonan maaf dari Wali Kota dan Wakil Wali Kota Samarinda yang berhalangan hadir karena agenda lain. Ia mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilainya sangat positif bagi pembinaan karakter generasi muda.
“Alhamdulillah, hari ini kita melaksanakan Tarhib atau pawai dalam rangka menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Ini menjadi kebanggaan bagi kami dari Pemerintah Kota karena kegiatan seperti ini sangat baik untuk pembinaan generasi muda,” ujar Syamsu Selasa, 17 Februari 2026.
Menurutnya, kegiatan Tarhib Ramadan tidak hanya berfungsi sebagai syiar Islam, tetapi juga sejalan dengan peran BKPRMI dalam membina remaja masjid agar tumbuh menjadi generasi berakhlakul karimah.
“Salah satu fungsi BKPRMI adalah sebagai pusat pembinaan remaja masjid. Jika dijalankan secara maksimal, ini akan melahirkan kader-kader pemimpin yang berakhlak mulia sebagaimana harapan kita bersama,” katanya.
Ia menambahkan, pembinaan keagamaan sejak usia dini diharapkan mampu mendorong keterlibatan anak-anak dan remaja dalam aktivitas masjid, sekaligus mencetak generasi Qurani dari wilayah Samarinda Seberang.
“Dengan pembiasaan seperti ini, insyaallah masjid-masjid kita tidak akan sepi. Ke depan, kita berharap kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an berasal dari anak-anak Samarinda Seberang sendiri,” ucapnya.
Di akhir sambutannya, Syamsu juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kondusivitas wilayah menjelang Ramadan, termasuk dalam menyikapi potensi perbedaan penetapan awal puasa.
“Jika nantinya terdapat perbedaan dalam penetapan awal Ramadan, jangan dijadikan persoalan. Perbedaan adalah rahmat. Mari kita jaga kebersamaan dan ketenteraman di wilayah kita,” pungkasnya.

