Reporter: Nuril – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Bontang – Wali Kota Bontang, Basri Rase mengatakan pembelajaran daring atau virtual masih berlanjut. Oleh karena itu diharapkan antara orang tua dan anak harus saling bersinergi agar dapat menyerap pembelajaran.
“Meskipun Kota Bontang dalam penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) turun menjadi Level 3, namun Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang masih belum bisa melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM),” tutur Basri, Jumat (13/8/2021).
Alasannya kata Basri angka positif Covid-19 di Kota Bontang masih belum stabil, kadang naik kadang turun. Ditambah, Covid-19 varian baru dapat menyerang anak-anak usia di bawah 17 tahun.
Menurutnya angka Covid-19 masih fluktuatif dan anak-anak belum divaksin, sehingga untuk antisipasi penyebaran Covid-19, maka belum bisa dilakukan PTM.

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam mengatakan jika kebijakan Pemkot Bontang seperti itu, tentunya penuh pertimbangan tujuannya untuk melindungi warga dari penyebaran Covid-19.
“Selama masih pembelajaran daring atau online, orang tua harus sabar mendampingi dan mengawasi anak-anaknya dalam belajar,” ucapnya.
Dia juga meminta kepada pelajar di Kota Bontang supaya dapat fokus belajar, meski dilaksanakan secara virtual.
“Jangan sampai banyak bermain gadgetnya daripada belajar, oleh karena itu antara orang tua dan anak harus bisa saling sinergi,” pinta Andi Faiz.
