Insitekaltim, Samarinda – Wali Kota Samarinda Andi Harun menunjukkan langkah berani dalam mempercepat pemerataan infrastruktur dasar di Kota Tepian. Dalam peresmian lima Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang dipusatkan di Berambai, Rabu, 11 Februari 2026, ia mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan pembangunan saat ini terletak pada inovasi pembiayaan, bukan sekadar bergantung pada kas daerah.
Salah satu yang menjadi sorotan utama adalah pengoperasian kembali IPA Bendang 2 berkapasitas 200 liter per detik. Proyek ini sempat mangkrak dan menjadi persoalan pelik selama bertahun-tahun akibat sengketa perjanjian kerja sama masa lalu.
Namun, di bawah kepemimpinannya, Andi Harun menginstruksikan langkah taktis untuk memutus mata rantai persoalan tersebut melalui terobosan bisnis mandiri oleh Perumda Tirta Kencana.
Dalam sambutannya, Andi Harun secara blak-blakan menceritakan bagaimana IPA Bendang 2 sempat tersandera oleh perjanjian dengan pihak ketiga yang membuat pemerintah sulit bergerak.
Namun, ia menegaskan bahwa kebutuhan air bersih warga tidak boleh dikalahkan oleh kerumitan birokrasi dan perjanjian lama.
“IPA Bendang 2 ini bertahun-tahun jadi masalah karena kita tersandera oleh perjanjian lama. Saya bilang, kita tidak boleh berhenti. Kita harus cari jalan keluarnya. Akhirnya IPA ini dibangun tidak melalui APBD, melainkan melalui terobosan business to business (B2B) yang dilakukan oleh Perumda Tirta Kencana,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa selain APBD, pemerintah memiliki beberapa opsi skema pembiayaan seperti pemanfaatan aset sesuai Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 hingga skema Kerjasama Berbasis Angsuran (KBA).
Strategi ini diambil mengingat keterbatasan pembiayaan daerah di tengah besarnya tuntutan pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Samarinda.
Peresmian yang dipusatkan di Berambai ini mencakup lima lokasi sekaligus dengan karakteristik pendanaan yang beragam.
Selain IPA Bendang 2 yang menggunakan skema bisnis, empat IPA lainnya merupakan hasil optimalisasi APBD Murni untuk menyasar wilayah yang sebelumnya sulit terjangkau.
Diantaranya IPA Berambai (30 l/detik), IPA Tirta Kencana 7 (50 l/detik), IPA Lingai 3 (100 l/detik), dan IPA Loa Kumbar (2,0 l/detik).
“Dulu kalau ke Berambai kita pikir sudah terbelakang, ternyata ada Loa Kumbar yang jauh lebih terbelakang. Ke sana harus naik ketinting, air bersih tidak ada. Sekarang, alhamdulillah sekolah sudah bagus dan air bersih sudah masuk secara bertahap,” tambah Wali Kota.
Andi Harun juga memanfaatkan momentum ini untuk melakukan evaluasi lapangan. Setelah mendengarkan aspirasi warga mengenai akses jalan, ia langsung menjanjikan perbaikan jalan masuk Berambai pada tahun anggaran 2027.
Namun, ia memberikan catatan tegas mengenai kolaborasi masyarakat terkait pembebasan lahan.
“Pembangunan ini memerlukan sinergi. Saya minta kalau nanti PU butuh lahan setengah meter atau satu meter untuk pelebaran jalan, tolong jangan dipersulit dengan ganti rugi. Kalau masyarakat mendukung, tahun depan jalan masuk sini kita perbaiki total,” tegasnya.
Mengakhiri sambutannya, Andi Harun menitipkan pesan kepada jajaran direksi Perumda Tirta Kencana dan seluruh warga untuk menjaga fasilitas yang telah dibangun dengan susah payah ini.
Ia menekankan bahwa penjagaan aset bukan hanya tugas pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama agar manfaatnya bisa dirasakan secara jangka panjang.
“Desakan dan permintaan Bapak Ibu adalah ladang pahala bagi kami untuk kami laksanakan. Kita tidak pernah berhenti memperbaiki dan menyempurnakan, tapi mari kita jaga bersama fasilitas ini agar terus langgeng bermanfaat buat masyarakat,” pungkasnya.

