Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dikejar Keterbatasan Anggaran, Samarinda Genjot Pariwisata Lewat Branding dan Inovasi

    Maret 31, 2026

    Pasar Pagi dan Terowongan Segera Diresmikan, Andi Harun Sinkronkan Jadwal dengan Gubernur

    Maret 31, 2026

    Pemprov Kaltim Dorong Pengembangan Desa Wisata, Kampung Tenun Samarinda Jadi Percontohan

    Maret 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»SPMB Kaltim Dimulai Juni, Pemprov Pastikan Akses Pendidikan Merata
    Diskominfo Kaltim

    SPMB Kaltim Dimulai Juni, Pemprov Pastikan Akses Pendidikan Merata

    MartinusBy MartinusJuni 10, 202504 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Plt Kepala Disdikbud Kaltim Armin
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menetapkan tanggal 16 Juni 2025 sebagai awal pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2025/2026.

    Kebijakan ini disampaikan dalam rapat koordinasi antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim dan Komisi IV DPRD Kaltim yang berlangsung pada Selasa, 10 Juni 2025.

    Rapat tersebut tak hanya membahas soal jadwal dan sistem penerimaan, tetapi juga menyoroti sejumlah persoalan mendasar, termasuk keterbatasan daya tampung sekolah negeri di kawasan perkotaan serta akses pendidikan bagi siswa dari daerah terpencil dan keluarga kurang mampu.

    Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim Armin mengatakan bahwa sistem penerimaan tahun ini mengalami penyegaran secara nomenklatur.

    “Insyaallah akan dilaksanakan mulai tanggal 16 Juni. Sekarang ini namanya SPMB, sistem penerimaan murid baru. Dulu namanya PTB, hanya istilah yang berubah,” ujar Armin kepada awak media usai mengikuti rapat di kantor DPRD Kaltim.

    Meski, jelas Armin, secara prinsip masih merujuk pada pola penerimaan sebelumnya, seperti zonasi dan afirmasi, terdapat sejumlah penyesuaian dalam mekanisme dan pelaporan untuk lebih mengakomodasi kondisi di lapangan.

    Perubahan istilah tersebut, menurut Armin, sejalan dengan semangat pemerintah untuk memperluas akses sekaligus memperkuat sistem kontrol terhadap pelaksanaan penerimaan murid baru di berbagai tingkatan.

    Persoalan klasik yang kembali mencuat adalah keterbatasan kapasitas sekolah negeri di daerah padat penduduk, seperti Balikpapan. Armin tidak menampik bahwa daya tampung menjadi hambatan serius yang harus diantisipasi sejak dini.

    “Kalau daya tampungnya tidak mencukupi, otomatis sebagian siswa akan masuk ke sekolah swasta,” katanya.

    Menyadari keterbatasan tersebut, Pemerintah Provinsi Kaltim memilih langkah afirmatif dengan meningkatkan alokasi Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) untuk sekolah swasta. Kebijakan ini diharapkan mendorong sekolah-sekolah swasta untuk membuka akses tanpa membebankan biaya masuk kepada peserta didik baru.

    “Semangat Pak Gubernur itu sekolah-sekolah swasta juga gratis karena sudah ada penambahan Bosda. Mudah-mudahan ini menjadi atensi sekolah-sekolah swasta mulai tahun ini,” jelas Armin.

    Ia menyebut, sejumlah sekolah swasta di Samarinda telah lebih dahulu menerapkan kebijakan pembebasan biaya pendidikan. Model tersebut dianggap sebagai bentuk kolaborasi yang perlu diperluas ke daerah lain demi menjamin pemerataan layanan pendidikan dasar dan menengah.

    Guna memastikan pelaksanaan berjalan sesuai dengan kaidah yang telah ditetapkan, Disdikbud akan membentuk tim pemantau di setiap wilayah. Tim ini bertugas mengawasi proses pendaftaran, seleksi, hingga penempatan siswa baru agar tidak terjadi pelanggaran terhadap prinsip-prinsip penerimaan yang adil dan inklusif.

    “Kita pasti pantau, kan sudah ada SOP-nya. Kita bentuk tim pemantau bagaimana proses SPMB di sekolah-sekolah,” tegas Armin.

    Disdikbud juga menaruh perhatian khusus pada kelompok masyarakat yang selama ini menghadapi kendala dalam mengakses pendidikan formal, khususnya anak-anak dari keluarga tidak mampu dan mereka yang tinggal di daerah terisolir.

    Armin menekankan bahwa tidak boleh ada satu pun anak usia sekolah yang tertinggal dari proses pendidikan hanya karena faktor ekonomi atau geografis.

    “Kita tidak boleh ada anak yang tidak sekolah. Itu tugas kami bagaimana mereka mendapatkan tempat. Kalau dia miskin, kita carikan sekolah. Kalau perlu satu kelas ditambah daripada dia tidak sekolah. Itu hak mereka,” tandasnya.

    Armin menjelaskan, upaya akan difokuskan pada penempatan siswa di sekolah negeri. Namun jika kapasitas tidak memungkinkan, maka sekolah swasta penerima BOSDA akan dijadikan alternatif utama.

    “Sekolah negeri itu kan gratis. Tapi kita harap sekolah swasta juga mulai tidak memungut biaya karena sudah ada Bosda. Harapannya siswa tidak terbebani,” tambahnya.

    Sebagai bagian dari agenda peningkatan kualitas pendidikan, Pemprov Kaltim juga memperkenalkan tiga sekolah unggulan baru yang akan mulai beroperasi tahun ajaran ini. Tiga sekolah tersebut adalah SMA Negeri 10 Samarinda, SMA Negeri 3 Tenggarong, dan SMA Negeri 2 Sangatta Utara.

    Inisiatif ini, kata Armin, dimaksudkan untuk mempercepat pengembangan sumber daya manusia di daerah dan memberi ruang lebih luas bagi siswa berprestasi dari berbagai latar belakang.

    “Ini untuk percepatan kualitas SDM. Harapannya, anak-anak bisa bersaing secara sehat. Tidak ada diskriminasi, semua bisa ikut seleksi,” tutup Armin. (Adv)

    Armin Bosda SDM SPMB
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Martinus

    Related Posts

    Wacana Pemisahan Disporapar Samarinda Menguat, Terkendala Anggaran dan Keterbatasan SDM

    Maret 28, 2026

    Tak Sekadar Silaturahmi, Halal Bihalal Kaltim Bahas Dukungan Infrastruktur Daerah

    Maret 22, 2026

    Lebaran Pertama, Gubernur Kaltim Pilih Temui Lansia di Panti Sosial

    Maret 21, 2026

    Gubernur Kaltim Soroti Peran Strategis Baznas, Penyaluran Zakat Tembus Rp23 Miliar

    Maret 20, 2026

    Satgas Pangan Polda Kaltim Pastikan Stok Aman, Tidak Ada Penimbunan Jelang Lebaran dan Nyepi

    Maret 17, 2026

    Disperindagkop Kaltim Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying LPG Jelang Lebaran

    Maret 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dikejar Keterbatasan Anggaran, Samarinda Genjot Pariwisata Lewat Branding dan Inovasi

    Andika SaputraMaret 31, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mendorong penguatan sektor pariwisata sebagai salah satu…

    Pasar Pagi dan Terowongan Segera Diresmikan, Andi Harun Sinkronkan Jadwal dengan Gubernur

    Maret 31, 2026

    Pemprov Kaltim Dorong Pengembangan Desa Wisata, Kampung Tenun Samarinda Jadi Percontohan

    Maret 31, 2026

    Borneo FC Matangkan Strategi Hadapi Madura United, Lefundes Waspadai Kebangkitan Tuan Rumah

    Maret 31, 2026
    Our Picks

    Dikejar Keterbatasan Anggaran, Samarinda Genjot Pariwisata Lewat Branding dan Inovasi

    Maret 31, 2026

    Pasar Pagi dan Terowongan Segera Diresmikan, Andi Harun Sinkronkan Jadwal dengan Gubernur

    Maret 31, 2026

    Pemprov Kaltim Dorong Pengembangan Desa Wisata, Kampung Tenun Samarinda Jadi Percontohan

    Maret 31, 2026

    Borneo FC Matangkan Strategi Hadapi Madura United, Lefundes Waspadai Kebangkitan Tuan Rumah

    Maret 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.