Insitekaltim, Samarinda – Menanggapi adanya simpang siur mengenai siapa saja yang berhak menerima manfaat Gratispol, Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud memberikan klasifikasi yang tegas. Ia menyebutkan bahwa program ini memiliki aturan main yang jelas, terutama terkait domisili dan status kemahasiswaan.
Rudy menjelaskan bahwa prioritas utama diberikan kepada warga asli Kalimantan Timur atau masyarakat yang telah menetap dan memiliki kartu identitas Kaltim sekurang-kurangnya selama tiga tahun terakhir.
“Persyaratannya adalah wajib masyarakat atau sekolah yang mendapatkan program ini adalah anak-anak Kalimantan Timur, atau minimum mereka telah berdomisili tiga tahun di Kaltim,” jelasnya pada Senin, 9 Februari 2026.
Selain itu, ia menekankan bahwa beasiswa ini dirancang khusus untuk jalur pendidikan reguler.
“Dan yang tidak kalah pentingnya adalah untuk mahasiswa regular, bukan untuk yang ekstensi ataupun untuk yang eksekutif,” tambahnya.
Gubernur Rudy menegaskan komitmennya untuk terus membenahi sistem penyaluran beasiswa tersebut agar lebih tepat sasaran dan berdampak luas bagi masyarakat Bumi Etam.
Ia mengakui bahwa program yang baru pertama kali diluncurkan ini masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari kendala teknis respons admin hingga sinkronisasi data pendaftar. Namun, Ia memastikan pemerintah tidak menutup mata terhadap keluhan yang muncul.
“Mungkin hanya ada kesalahan persepsi saja karena program ini adalah program yang perdana dan baru, tentu tidak ada yang sempurna. Kami menerima seluruh kritik dan saran dan kami segera untuk melaksanakan pembenahan yang dilaksanakan di Biro Kesra,” ujarnya.
Selain itu, salah satu poin krusial dalam program Gratispol tahun ini adalah fokus yang besar pada penguatan tenaga pendidik. Gubernur Rudy meyakini bahwa lompatan besar kualitas pendidikan di Kaltim harus dimulai dari gurunya.
Oleh karena itu, skema beasiswa ini juga menjangkau para guru yang ingin melanjutkan studi ke jenjang S2 hingga S3.
Baginya, investasi pada guru adalah investasi jangka panjang yang akan melahirkan ribuan talenta muda berprestasi di masa depan.
“Guru-guru juga kita utamakan agar bisa meningkatkan sumber daya manusianya. Kalau gurunya hebat, kami yakin akan melahirkan, mencetak generasi-generasi ataupun mahasiswa-mahasiswa kita yang lebih hebat lagi,” jelasnya lagi.
Terkait adanya keluhan mengenai layanan admin yang dianggap lambat dalam merespons pertanyaan pendaftar, Gubernur telah menginstruksikan Biro Kesra untuk melakukan langkah-langkah teknis, termasuk kemungkinan penambahan personel atau penguatan sistem digital.
Hal ini dilakukan demi memastikan visi pemerintah sebagai pelayan masyarakat benar-benar dirasakan oleh para pemohon beasiswa.
Dengan puluhan ribu pendaftar yang sudah masuk dalam sistem, Gubernur Rudy Mas’ud berharap Gratispol dapat menjadi jembatan bagi seluruh masyarakat Kaltim untuk mengenyam pendidikan setinggi mungkin tanpa terkendala biaya, sekaligus mewujudkan visi SDM Kaltim yang unggul dan berdaya saing global.

