
Reporter: Nuril – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Sangatta – Serapan anggaran dari pendapatan daerah di Kabupaten Kutai Timur (Kutim) terbilang bagus lantaran telah mencapai 93,5 persen per bulan Oktober kemarin.

Namun, untuk serapan anggaran dari belanja daerah Kutim telah mencapai hampir 58 persen. Hal itu berdasarkan laporan dari Inspektorat Wilayah (Itwil) Kutim.
“Artinya pencapaian serapan anggaran belanja kita masih moderate, sedangkan untuk serapan pendapatan sudah cukup tinggi,” ungkap Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman kepada awak media usai video conference (vidcon) rakor evaluasi anggaran daerah tahun 2021 tingkat nasional di Diskominfo Perstik Kutim, Senin (22/11/2021).
Lanjut dia menjelaskan, faktor yang memengaruhi tingginya serapan anggaran pendapatan yakni pelaporan dan pengelolaan dari Pemkab Kutim ke pusat rutin dilakukan sehingga transfer ke daerah cukup bagus.
Sedangkan serapan anggaran belanja diharapkan dapat meningkat dalam waktu satu bulan ini.
“Untuk serapan belanja kita masih posisi di tengah-tengah, karena daerah yang tinggi mencapai 60 persen ke atas, kami optimis bisa lebih meningkat lagi,” harapnya.
Ada beberapa organisasi perangkat daerah (OPD) yang masih belum melaporkan serapan anggarannya seperti Dinas Kesehatan yang belum menyampaikan laporan anggaran perlindungan sosial (perlinsos).
Selain itu, dampak dari pandemi Covid-19 juga menyebabkan OPD kesulitan untuk melakukan koordinasi dan konsultasi terkait persoalan anggaran satu sama lain dalam lingkupnya masng-masing.
Oleh karena itu, orang nomor satu di pemerintahan Kutim itu meminta kepada Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) untuk melakukan rakor dengan OPD terkait satu persatu.
“Diharapkan OPD yang telah dibagikan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) segera membelanjakannya secara maksimal,” pungkasnya.

