Insitekaltim, Samarinda – Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri mengungkapkan bahwa sejumlah program pembangunan di daerah masih menghadapi tantangan keterbatasan anggaran.
Hal tersebut disampaikan saat kegiatan Safari Ramadan 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Anna Janur Rahman, Kamis, 12 Maret 2026.
Menurutnya, beberapa program pemerintah daerah belum dapat terlaksana secara optimal karena adanya penyesuaian anggaran, termasuk pemotongan dana bagi hasil dari pemerintah pusat.
“Program-program yang kita laksanakan saat ini memang belum semuanya terlaksana dengan baik. Salah satunya karena keuangan pemerintah kota saat ini mengalami pemotongan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dana bagi hasil dari pemerintah pusat tidak sepenuhnya turun ke daerah, sehingga sejumlah program harus menyesuaikan kondisi keuangan yang ada.
Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tetap berupaya mencari solusi agar kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi melalui berbagai mekanisme penganggaran.
“Kita tidak menyerah. Kita terus berusaha bagaimana caranya mendapatkan anggaran yang dibutuhkan oleh masyarakat,” katanya.
Saefuddin juga menegaskan setiap usulan pembangunan dari masyarakat, termasuk pembangunan fasilitas masjid seperti rumah tahfidz, harus melalui proses administrasi yang jelas.
Mulai dari pengajuan proposal hingga proses pencatatan dalam sistem perencanaan pembangunan daerah.
“Semua harus melalui proses administrasi, mulai dari surat usulan sampai proposal. Mudah-mudahan melalui proses itu nanti bisa terlaksana dengan baik,” jelasnya.
Ia pun meminta masyarakat untuk terus mendoakan pemerintah daerah agar diberikan kemudahan dalam menjalankan berbagai program pembangunan.
“Kami dari pemerintah kota mohon doa dari masyarakat. Insyaallah dengan doa bersama, Allah akan memberikan jalan untuk setiap upaya yang kita lakukan,” pungkasnya.
