Insitekaltim, Samarinda — Rektor Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Samarinda yang baru dilantik Zuhdi Yahya memaparkan arah kebijakan dan langkah strategis yang akan ditempuh pada masa awal kepemimpinannya.
Fokus utama yang akan dilakukan yakni konsolidasi internal untuk memperkuat fondasi institusi sebelum melangkah pada pengembangan jangka panjang.
Hal tersebut disampaikan Zuhdi usai pelantikan rektor, Rabu, 14 Januari 2026.
Ia menyebut konsolidasi internal menjadi kunci agar seluruh elemen kampus dapat bergerak searah dan selaras dengan visi yang telah ditetapkan.
“Yang pertama tentu kami bersyukur dan berterima kasih atas dukungan semua pihak. Langkah awal yang kami lakukan adalah konsolidasi internal. Ini penting agar seluruh elemen kampus berjalan searah,” ujarnya.
Zuhdi menegaskan, pengembangan universitas tidak dimulai dari nol, melainkan melanjutkan berbagai capaian positif yang telah dirintis oleh rektor-rektor sebelumnya. Program yang dinilai berjalan baik akan diteruskan, sementara program yang masih perlu perbaikan akan disempurnakan dan disesuaikan dengan kebutuhan saat ini.
Salah satu arah besar pengembangan kampus ke depan adalah mendorong lulusan agar tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan dan karakter mandiri.
“Kami ingin mahasiswa ketika lulus sudah memiliki bekal termasuk jiwa bisnis dan usaha. Bukan berarti yang ingin bekerja tidak boleh, tetapi kami ingin menciptakan ciri khas lulusan Untag Samarinda,” jelasnya.
Konsep tersebut akan diintegrasikan ke dalam kurikulum dengan menitikberatkan pada pembelajaran berbasis praktik. Porsi praktik direncanakan lebih besar dibandingkan teori, termasuk melalui penguatan kerja sama dengan dunia usaha, industri, dan pemerintah.
Selain itu, pihak universitas juga berencana membuka unit-unit usaha dan koperasi di setiap program studi. Unit tersebut akan difungsikan sebagai sarana praktik, penelitian, serta pengalaman lapangan bagi mahasiswa.
“Mahasiswa bisa belajar sekaligus praktik langsung, baik di unit usaha kampus maupun melalui kerja sama dengan dunia usaha di luar kampus,” tambahnya.
Dalam mendukung transformasi tersebut, Untag Samarinda juga akan melakukan digitalisasi sistem kampus berbasis teknologi informasi. Digitalisasi ini mencakup pemantauan kinerja dosen dan tenaga kependidikan secara terpadu guna mendukung pengambilan keputusan yang lebih efektif.
“Semua sistem akan berbasis IT, sehingga memudahkan monitoring kinerja dan pengambilan keputusan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Zuhdi menargetkan pembukaan sejumlah program studi baru, khususnya yang berbasis teknologi informasi, pertambangan, serta bidang-bidang lain yang relevan dengan kebutuhan pembangunan Kalimantan Timur. Integrasi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) serta pengembangan program studi ekonomi hijau juga menjadi perhatian.
“Kami ingin kampus ini tidak tertinggal. Bukan kita yang mengikuti perubahan, tetapi kita yang menciptakan perubahan,” tegasnya.

