Insitekaltim, Samarinda — Mahasiswi Program Studi Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman Nur’aeni membagikan pengalamannya menjalani ibadah Ramadan jauh dari keluarga. Meski bukan pertama kali berpuasa di perantauan, ia mengaku Ramadan tahun ini terasa berbeda karena dijalani sepenuhnya seorang diri.
Saat ditemui di Perpustakaan Universitas Mulawarman, Kamis, 19 Februari 2026 Nur’aeni mengatakan perasaan rindu keluarga bercampur dengan kesepian cukup terasa di awal Ramadan. Namun, sebagai mahasiswa aktif, ia menyadari harus tetap mandiri dan beradaptasi dengan kondisi yang dijalani.
“Sebenarnya ini bukan pertama kalinya aku puasa Ramadan jauh dari orang tua. Tapi entah kenapa, puasa kali ini rasanya beda banget karena benar-benar tidak bareng keluarga. Rasanya campur aduk, sedih, kangen, tapi juga harus tetap dijalani karena masih aktif kuliah,” ujarnya.
Ia juga menceritakan pengalaman sahur pertama yang terasa lebih sunyi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya masih ditemani teman-teman kos, kini kesibukan masing-masing membuatnya harus menjalani sahur seorang diri.
“Sahur pertama tadi jujur rasanya sedih banget karena benar-benar sendiri di kos, nyiapin makan sendiri, makan sendiri. Beda sama puasa tahun kemarin, walaupun jauh dari keluarga, aku masih bareng teman jadi tidak terlalu merasa sepi,” ungkapnya.
Untuk mengurangi rasa sepi saat berbuka puasa, Nur’aeni berencana membeli makanan di luar sekaligus berjalan-jalan sejenak agar suasana hati lebih baik.
“Untuk buka nanti kayaknya aku bakal cari makan di luar saja karena lagi malas masak, sekalian jalan-jalan cari angin biar tidak merasa sedih,” katanya.
Meski demikian, Nur’aeni tetap menyimpan harapan positif di Ramadan tahun ini. Ia berharap ibadah puasa dapat dijalani dengan lancar dan momentum Ramadan menjadi kesempatan untuk memperbaiki diri.
“Harapannya semoga Ramadan kali ini lancar, ibadahnya aman, dan semoga aku bisa memanfaatkan bulan ini untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi,” tutupnya.
