Insitekaltim, Samarinda – Tidak bisa pulang kampung saat Lebaran, Aryo perantau asal Maluku memilih memanfaatkan Pasar Pagi Samarinda untuk memenuhi kebutuhan Hari Raya Idulfitri.
Ia bahkan menilai pasar tersebut kini memiliki kenyamanan layaknya pusat perbelanjaan modern.
Aryo yang bekerja sebagai awak kapal mengaku harus tetap berada di Samarinda karena tuntutan pekerjaan. Kondisi tersebut membuatnya tidak dapat merayakan Idul Fitri bersama keluarga di kampung halaman seperti tahun-tahun sebelumnya.
“Biasanya saya pulang kampung kalau Lebaran, tapi tahun ini tidak bisa karena kerja di kapal,” ujarnya, Selasa, 17 Maret 2026.
Meski tidak pulang, Aryo tetap berusaha merasakan suasana Lebaran dengan caranya sendiri, salah satunya dengan berbelanja kebutuhan hari raya di Pasar Pagi Samarinda. Ia mengaku sudah beberapa kali datang ke lokasi tersebut dalam sepekan terakhir.
“Sudah tiga kali ke sini. Kemarin cari celana dan baju, hari ini khusus cari sandal,” katanya.
Menurutnya, Pasar Pagi Samarinda yang kini tampil dengan wajah baru memberikan pengalaman berbelanja yang berbeda dibandingkan pasar tradisional pada umumnya. Ia menilai kondisi pasar saat ini jauh lebih nyaman, bersih, dan tertata rapi.
“Kalau dilihat sekarang, ini bukan seperti pasar, tapi sudah seperti mal. Nyaman sekali,” ungkapnya.
Ia juga menilai perubahan tersebut menjadikan Pasar Pagi sebagai salah satu pasar terbaik yang pernah ia kunjungi selama berada di Samarinda. Lingkungan yang lebih modern membuat aktivitas berbelanja menjadi lebih menyenangkan.
“Selama saya di Samarinda, ini pasar paling bagus menurut saya. Lebih modern dan enak dilihat,” tambahnya.
Kenyamanan tersebut membuat Aryo tidak ragu untuk kembali berbelanja di tempat yang sama. Selain fasilitas yang semakin baik, suasana pasar yang tidak terlalu semrawut juga menjadi nilai tambah tersendiri bagi para pengunjung.
Di tengah keterbatasan untuk pulang kampung, Aryo berusaha tetap menikmati momen Lebaran meski jauh dari keluarga. Ia berharap suasana hari raya tetap bisa dirasakan, walaupun tidak berada di kampung halaman.
“Walaupun tidak pulang, setidaknya masih bisa merasakan suasana Lebaran di sini,” tutupnya.
