Insitekaltim, Samarinda – Pendidikan tinggi dinilai menjadi kunci strategis dalam meningkatkan kualitas hidup dan membuka peluang masa depan generasi muda Kalimantan Timur (Kaltim).
Dengan menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan, daya saing, dan produktivitas yang lebih baik sehingga mampu keluar dari jerat kemiskinan dan keterbatasan ekonomi.
Hal itu disampaikan Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud. Ia menegaskan, kuliah bukan sekadar gelar melainkan investasi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
Menurutnya, rendahnya tingkat pendidikan, khususnya anak-anak yang tidak menamatkan SMA atau hanya berhenti di jenjang SMP, menjadi salah satu faktor utama penghambat peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Ketika anak-anak kita bisa mengenyam pendidikan tinggi, produktivitas mereka akan meningkat. Dari situ, pendapatan per kapita juga akan naik dan kesejahteraan masyarakat bisa tercapai,” ujar Gubernur Harum saat menjadi pembicara di MetroTV, Rabu, 17 Desember 2024.
Ia menambahkan, Kaltim memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah, namun tanpa didukung SDM yang berpendidikan dan berkompeten, potensi tersebut tidak akan memberikan dampak maksimal.
Oleh karena itu, peningkatan kualitas manusia melalui pendidikan tinggi menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi daerah yang berkelanjutan.
“Jika SDM kita unggul dan produktif, kita tidak hanya bergantung pada sumber daya alam. Kita bisa mengelola ekonomi secara lebih bijak, termasuk mengembangkan ekonomi hijau dan ekonomi biru,” tegasnya.
Sebagai wujud komitmen tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim menyiapkan program pendidikan gratis bagi seluruh anak daerah tanpa membedakan latar belakang ekonomi, suku, agama, etnis, maupun gender. Program ini bertujuan memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi.
“Kami membangun Kaltim secara inklusif. Semua anak memiliki hak yang sama untuk sekolah. Tinggal kemauannya saja,” katanya.
Meski dihadapkan pada keterbatasan dan pemotongan anggaran, Pemprov Kaltim tetap memprioritaskan sektor pendidikan. Gubernur Rudy memastikan, mulai tahun 2026, pendidikan gratis akan berlaku bagi seluruh mahasiswa, baik mahasiswa baru maupun mahasiswa lama, dari awal hingga akhir masa studi melalui program unggulannya yaitu Gratispol Pendidikan.
Melalui kebijakan ini, Gubernur berharap Kaltim mampu mencetak generasi berilmu, produktif, dan berdaya saing tinggi, sehingga dapat keluar dari kategori low middle income dan secara bertahap menekan angka kemiskinan.
“Kuliah bukan tujuan akhir, tetapi awal perjalanan untuk meraih cita-cita. Kesuksesan harus dicita-citakan dan diraih, karena yang bisa membuat seseorang sukses adalah dirinya sendiri,” pungkasnya.

