Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memantau perkembangan harga bahan pokok penting (bapokting) yang mulai mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir, terutama daging dan telur. Jika kenaikan harga dinilai cukup signifikan, pemkot berencana menggelar operasi pasar menjelang Hari Raya Idulfitri.
Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri saat meninjau kondisi harga dan ketersediaan bahan pokok di pasar Baqa Samarinda Seberang.
Saefuddin Zuhri mengatakan, tren kenaikan harga bahan pokok saat ini mulai terlihat. Meski demikian, pemerintah masih terus memantau perkembangan harga di lapangan sebelum mengambil langkah intervensi.
“Ya daging, itulah yang saat ini mulai beranjak naik, telur juga beranjak naik. Kalau kita lihat trennya, bahan pokok ini kelihatan mulai naik. Tapi insyaallah nanti kalau memang naik di atas rata-rata, kita akan berusaha untuk operasi pasar,” ujar Saefuddin, Rabu, 11 Maret 2026.
Ia menjelaskan, operasi pasar kemungkinan akan dilakukan sekitar tiga hari sebelum Lebaran atau H-3 apabila terjadi lonjakan harga yang cukup tajam (Tinggi).
“Ya mungkin H-3. Kalau ada kenaikan lonjakan harga. Tapi mudah-mudahan kita doakan tidak ada kenaikan tajam, jadi kita tidak perlu melakukan operasi pasar,” katanya.
Menurutnya, kenaikan harga daging sapi salah satunya dipicu keterlambatan pasokan dari luar daerah, khususnya dari Nusa Tenggara Timur (NTT). Keterlambatan distribusi tersebut diperkirakan hanya berlangsung satu hingga dua hari.
“Untuk daging sapi itu ada keterlambatan sedikit dari supplier dari NTT. Informasinya mungkin satu dua hari ini datang. Mudah-mudahan kalau barangnya cukup dan persediaannya banyak, biasanya secara ekonomi harga akan turun,” jelasnya.
Selain daging, ia juga menyebut pasokan telur juga disebut mengalami keterbatasan sehingga memengaruhi harga di pasaran. Pemerintah berharap suplai telur dari daerah lain seperti Sulawesi dan Jawa dapat segera masuk untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Harga telur juga begitu. Konsumsi telur di sini kan banyak. Dari anak-anak sampai orang tua semuanya membutuhkan telur. Tadi saya tanyakan supply-nya juga kurang. Mudah-mudahan suplai dari Sulawesi dan Jawa bisa lebih cepat datang,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Saefuddin Zuhri juga memastikan hasil pengecekan timbangan para pedagang di pasar masih sesuai standar dan tidak ditemukan kecurangan yang merugikan pembeli.
“Alhamdulillah setelah dicek langsung, timbangannya sesuai dengan yang kita harapkan. Tidak ada selisih yang merugikan. Paling hanya perbedaan kecil antara timbangan digital dan manual sekitar 0,006,” pungkasnya.
