Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda tengah berupaya mengendalikan kenaikan harga bahan pokok menjelang Hari Raya Idulfitri, terutama pada komoditas daging sapi yang sempat mengalami kenaikan harga. Hal itu disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Sekretariat Daerah (Sekda) Samarinda Nadya Turisna.
Menurutnya, kenaikan harga bahan pokok menjelang Lebaran merupakan fenomena yang sering terjadi karena meningkatnya kebutuhan masyarakat.
“Kalau bahan pokok yang naik itu wajar saja karena menjelang Lebaran kebutuhan masyarakat meningkat. Itu bagian dari mekanisme pasar,” ujarnya, Kamis, 12 Maret 2026.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya mengendalikan harga agar tidak melonjak terlalu tinggi di pasaran.
Salah satu komoditas yang sempat mengalami kenaikan harga adalah sapi. Hal itu dipengaruhi keterlambatan pasokan dari daerah penghasil, salah satunya dari Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ia menjelaskan penentuan kuota pengiriman sapi dari daerah tersebut baru keluar belakangan sehingga distribusi ke Samarinda mengalami keterlambatan.
Namun pemerintah menargetkan pasokan sapi segera masuk dalam waktu dekat sehingga harga di pasaran dapat kembali stabil.
“Kami menargetkan pasokan sapi segera masuk. Setelah itu pemerintah akan membantu mengendalikan harga dengan menjual sesuai harga eceran yang ditetapkan,” jelasnya.
Selain daging sapi, harga telur juga mengalami kenaikan karena proses distribusi yang melalui beberapa jalur perdagangan sebelum sampai ke konsumen.
Meski demikian, Nadya memastikan secara umum ketersediaan bahan pangan di Kota Samarinda masih dalam kondisi aman hingga menjelang Lebaran.
“Sejauh ini untuk ketersediaannya menurut kami aman menjelang Lebaran ini,” pungkasnya.
