
Reporter: Nuril – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Sangatta – Panitia penggalangan dana bantuan korban banjir wilayah Benteng Mawakal yang diketuai oleh Kepala Dinas Perhubungan, Rizali Hadi telah dibubarkan dengan disaksikan oleh Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman.
Rizali mengatakan penggalangan dana ini telah mendapatkan persetujuan dari Bupati melalui Dinas Sosial (Dinsos) Kutim. Hal itu dikarenakan sebelum diadakan penggalangan dana, timnya meminta izin terlebih dahulu.
“Permohonan kegiatan disampaikan kepada Bupati melalui dinas yang ditunjuk yaitu Dinsos Kutim. Dalam permohonan memuat nama, tujuan, dan lamanya kegiatan,” ungkap Rizali saat mengisi sambutan pada acara pembubaran panitia tim peduli banjir Mawakal di Rumah Pemancingan Grecek, Jalan Soekarno Hatta, Sangatta, Senin (7/6/2021)
Kemudian ia menjelaskan, setelah penggalangan dana selesai timnya akan melaporkan kembali kepada Bupati melalui Dinsos Kutim. Tujuannya agar jelas pertanggungjawaban atas kegiatan tersebut.

Disamping itu Kepala unit pelaksana teknis (UPT) Satuan Pendidikan Non Formal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Kutim, Kutim Achmad Junaidi melaporkan bahwa total hasil penggalangan dana bantuan korban banjir wilayah Benteng Mawakal sebanyak Rp82 juta.
“Penggalangan dana dilakukan mulai Minggu (23/5/2021) hingga Selasa (1/6/2021) kurang lebih selama 7 hari pada hari kerja dengan beberapa strategi,” ujar Junaidi.
Adapun strategi penggalangan dana itu diantaranya melalui penggalangan dana di titik lampu merah dan door to door kepada instansi di Kawasan Bukit Pelangi.
Jumlah personil penggalangan dana ini sebanyak kurang lebih 100 orang.
Donatur yang menyerahkan langsung kepada tim bantuan korban banjir di antaranya dari Laskar Kutai Timur (LKT), Dinas Kesehatan (Dinkes), relawan SMAN 2 Sangatta Utara, Himpunan pelajar mahasiswa Kutai Timur (HIPMA-KT) di Samarinda, pimpinan dan staf dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), SKB Sangatta Utara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Perkebunan, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Pendidikan (Disdik), dan Dinas Pekerjaan Umum (PU).

