Insitekaltim, Samarinda — Minggu pagi menjadi momen yang dinanti banyak warga untuk menikmati waktu santai bersama keluarga. Di tengah suasana pagi yang tenang, nasi kuning tetap hadir sebagai kuliner favorit yang selalu diburu masyarakat.
Sejak matahari belum sepenuhnya terbit, sejumlah penjual nasi kuning sudah membuka lapak dan melayani pembeli yang datang silih berganti. Aroma gurih nasi kuning yang dimasak dengan santan serta rempah-rempah khas kerap menggoda siapa saja yang melintas.
Beragam pilihan lauk melengkapi hidangan ini, mulai dari ayam balado, telur balado, tempe, tahu, mi kuning, hingga sambal khas yang menjadi penentu cita rasa. Kombinasi tersebut membuat nasi kuning diminati sebagai menu sarapan yang praktis dan mengenyangkan.
Siti, salah seorang penjual nasi kuning di Kampung Baqa, mengungkapkan bahwa hari Minggu selalu membawa rezeki lebih dibanding hari biasa.
“Kalau hari Minggu pasti lebih ramai. Banyak yang libur, jadi cari sarapan di luar. Biasanya jam delapan atau sembilan sudah habis,” ujarnya.
Menurutnya, pembeli datang dari berbagai kalangan, mulai dari pekerja, ibu rumah tangga, hingga anak muda. Selain rasanya yang lezat, harga yang terjangkau menjadi alasan warga tetap setia memilih nasi kuning sebagai sarapan.
“Pembelinya dari semua kalangan. Nasi kuning ini praktis untuk sarapan dan harganya terjangkau,” tambahnya.
Tak hanya dinikmati di lokasi, banyak warga membeli nasi kuning untuk dibawa pulang dan disantap bersama keluarga. Beberapa di antaranya bahkan memesan dalam jumlah cukup banyak untuk sarapan bersama di rumah.
Keberadaan penjual nasi kuning pada Minggu pagi tidak hanya menjadi bagian dari tradisi kuliner masyarakat, tetapi juga turut menggerakkan roda perekonomian kecil. Di tengah menjamurnya makanan modern, nasi kuning tetap bertahan sebagai pilihan utama warga.
Dengan cita rasa khas dan nilai kebersamaan yang menyertainya, nasi kuning terus menjadi teman setia warga dalam mengisi Minggu pagi, sekaligus memperkuat identitas kuliner lokal yang hidup dari generasi ke generasi.

