Insitekaltim, Samarinda — Pengusaha traveling, Among Kurnia Ebo, menegaskan bahwa keterbatasan modal bukan menjadi penghalang untuk memulai usaha maupun traveling. Menurutnya, Kartu Tanda Penduduk (KTP) dapat dimaksimalkan sebagai akses awal dalam membangun bisnis, investasi, serta jejaring usaha.
Hal tersebut disampaikan Ebo saat menjadi pemateri dalam Pelatihan Entrepreneur University (EU) yang digelar pada Kamis malam,18 Desember 2025.
Kegiatan ini dikemas sebagai program pengembangan kewirausahaan untuk membekali peserta dengan pemahaman praktis membangun bisnis, baik bagi pemula maupun pelaku usaha yang ingin berkembang.
“Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan tidak lagi terpaku pada modal uang, tetapi mampu melihat peluang dari akses, jaringan, dan ilmu yang dimiliki,” ujar Ebo.
Ia menjelaskan, konsep bisnis berbasis KTP yang disampaikannya meliputi pemanfaatan akses perbankan secara produktif, penguatan kerja sama usaha, serta pengembangan komunitas bisnis yang telah tersebar di berbagai daerah. Pendekatan tersebut dinilai lebih berkelanjutan dibandingkan memulai usaha dengan mengandalkan pinjaman modal semata.
Selain itu, pelatihan EU juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan studi kasus nyata dari para pelaku usaha yang berhasil mengembangkan bisnis melalui diferensiasi produk serta strategi pemasaran yang sederhana namun tepat sasaran.
“Banyak pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berkembang bukan karena modal besar, tetapi karena keberanian mencoba dan konsistensi menjalankan usaha,” jelasnya.
Untuk memperluas wawasan peserta, materi pelatihan turut menekankan pentingnya traveling sebagai bagian dari proses belajar dan riset bisnis. Menurut Ebo, perjalanan ke berbagai daerah, bahkan hingga ke luar negeri, mampu membuka sudut pandang baru serta melahirkan ide-ide usaha yang aplikatif.
Ia juga menekankan pentingnya keberanian dalam mengambil keputusan serta konsistensi belajar sebagai kunci kesuksesan, tanpa harus terlalu bergantung pada gelar akademik.
“Kesuksesan tidak ditentukan oleh ijazah, tetapi oleh keberanian mengambil langkah dan kemauan untuk terus belajar,” katanya.
Lebih lanjut, Ebo berharap Pelatihan EU dapat menjadi wadah yang memperkuat jejaring antar peserta sekaligus melahirkan kolaborasi bisnis yang berkelanjutan di berbagai daerah.
“Kami ingin EU menjadi ruang tumbuh bersama, saling mendukung, dan saling menguatkan dalam membangun usaha,” tutupnya.

