Insitekaltim, Samarinda – Ruang publik Kota Samarinda menyimpan banyak momen menarik yang layak diabadikan. Hal itu dirasakan Altarama Putra fotografer jalanan asal Samarinda yang konsisten menekuni fotografi street sejak akhir 2023, pascapandemi Covid-19.
Rama, sapaan akrabnya menilai aktivitas masyarakat di ruang terbuka, mulai dari kegiatan olahraga hingga lalu lintas komunitas motor, memiliki keunikan tersendiri yang tidak bisa direkayasa. Ketertarikannya pada dunia fotografi berawal dari hobi otomotif yang digelutinya sejak duduk di bangku SMP.
“Awalnya saya anak motor juga. Sering lihat fotografer motret motor di jalan, dari situ kepikiran buat motret sendiri,” ujar Rama, Minggu, 28 Desember 2025.
Sejak saat itu, Rama mulai aktif berburu foto di berbagai lokasi seperti Kilometer 17, Bukit Soeharto, Stadion Palaran hingga sejumlah area event. Terbaru, ia meliput kegiatan olahraga Water Run yang digelar di GOR Segiri Samarinda.
Menurut Rama, daya tarik utama fotografi jalanan terletak pada momen-momen spontan yang tidak terduga. Kendaraan langka, motor antik, hingga motor gede (moge) menjadi objek favorit yang paling sering dibidiknya.
“Kalau motor langka atau antik lewat, itu momennya jarang. Justru di situ serunya,” katanya.
Respons masyarakat terhadap aktivitasnya pun dinilai cukup positif. Banyak pelari maupun pengendara motor yang antusias ketika mengetahui hasil fotonya diunggah ke media sosial.
Meski demikian, Rama tetap menghormati privasi sebagian kecil orang yang merasa kurang nyaman difoto.
“Mayoritas santai saja. Kalau ada yang keberatan, ya kita hormati,” jelasnya.
Rama mengungkapkan tantangan terbesar sebagai fotografer jalanan bukan pada aspek teknis pengambilan gambar, melainkan biaya operasional, terutama untuk mobilitas.
“Yang paling terasa itu bensin, karena harus keliling terus,” ujarnya.
Menariknya, Rama saat ini masih berstatus sebagai pelajar kelas XII SMA Negeri 1 Samarinda. Ia telah menekuni fotografi sejak kelas X dan berencana mengikuti pelatihan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) guna memperdalam keterampilannya.
Hasil jepretan Rama dipublikasikan melalui akun Instagram pribadinya. Pengunjung dapat mengunduh foto melalui tautan Google Drive dengan tarif Rp20 ribu untuk foto motor dan Rp15 ribu untuk foto jogging.
Ke depan, Rama berharap dapat mengembangkan usahanya secara lebih profesional dengan membuka layanan photobooth.
“Harapannya bisa buka usaha sendiri, jadi tidak cuma muter-muter di jalan terus,” pungkasnya.

