Insitekaltim, Kukar – Pelaksanaan Salat Idulfitri di salah satu mushola di Loa kulu berlangsung khidmat. Dalam khutbahnya, khatib mengajak jemaah untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT serta memperkuat rasa syukur atas nikmat kehidupan.

Khutbah yang disampaikan di hadapan jemaah tersebut menekankan bahwa momen Idulfitri bukan sekadar perayaan, melainkan puncak kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.
“Marilah di momen yang bahagia ini kita tingkatkan takwa kita kepada Allah SWT. Karena dengan takwa akan melahirkan perbuatan yang baik, hati yang baik, dan pikiran yang baik,” ujar khatib umam Sabtu, 21 Maret 2026.
Khatib menjelaskan, ibadah puasa yang telah dijalankan selama Ramadan seharusnya mampu membentuk pribadi yang bertakwa, sebagaimana tujuan utama puasa itu sendiri.
Selain itu, ia juga mengingatkan jemaah agar senantiasa mensyukuri berbagai nikmat yang telah diberikan, mulai dari kesehatan, keluarga, hingga rezeki yang diperoleh setiap hari.
“Syukur bukan hanya mengucapkan Alhamdulillah, tetapi diwujudkan dengan mendekatkan diri kepada Allah SWT, sujud dan mengabdi kepada-Nya,” katanya.
Dalam khutbah tersebut, khatib turut menyinggung fenomena sebagian masyarakat yang merasa tidak perlu bersyukur atau beribadah karena merasa kehidupannya tetap baik-baik saja. Menurutnya, kondisi tersebut bukan berarti tidak ada konsekuensi.
“Tidak ada masalah kalian tidak bersyukur, memang tidak ada masalah. Tetapi akan menjadi masalah ketika setelah mati nanti, saat pertanggungjawaban selama hidup di dunia,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa balasan atas perbuatan manusia tidak selalu langsung terlihat di dunia, melainkan bisa ditangguhkan oleh Allah SWT hingga waktu yang telah ditentukan.
Menjelang mengakhiri khutbah, ia juga menyampaikan pesan pengingat tentang kepastian kematian yang tidak dapat dihindari oleh siapa pun, tanpa memandang status sosial maupun kondisi fisik.
“Mati tidak bisa dihindari. Yang sehat bisa mati, yang sakit akan mati, yang kaya mati, yang miskin juga mati. Maka yang akan menjadi persoalan adalah bagaimana kita mempertanggungjawabkan kehidupan kita,” pungkasnya.
Melalui pelaksanaan Salat Idulfitri di mushola tersebut berlangsung secara tertib dan lancar, dengan jemaah yang datang sejak pagi hari untuk mengikuti rangkaian ibadah hingga selesai.
