Insitekaltim, Makassar — Di tengah pesatnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mulai mengarahkan fokus pada komoditas perkebunan yang dinilai cepat menghasilkan dan berdaya saing tinggi yaitu kelapa genjah.
Gubernur Rudy Mas’ud menilai kelapa genjah memiliki keunggulan signifikan dibanding komoditas lain, terutama dari sisi waktu panen. Tanaman ini sudah dapat dipanen dalam kurun tiga hingga empat tahun, sehingga dinilai menarik bagi investor yang mengincar perputaran modal lebih cepat.
“Ini peluang nyata. Dengan masa panen yang relatif singkat, kelapa genjah bisa jadi pilihan strategis bagi pelaku usaha,” ujar Rudy saat menghadiri Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI di Makassar.
Ia menambahkan, potensi besar Kaltim juga didukung oleh ketersediaan lahan yang luas. Dengan total wilayah mencapai sekitar 127 ribu kilometer persegi, masih banyak area yang bisa dimanfaatkan untuk pengembangan perkebunan secara modern dan terintegrasi.
Beberapa daerah seperti Kutai Timur, Berau, dan Mahakam Ulu disebut memiliki potensi besar karena didukung bentang lahan luas dengan kepadatan penduduk yang relatif rendah.
“Ini kombinasi ideal untuk pengembangan agribisnis skala besar,” jelasnya.
Selain kelapa genjah, Pemprov Kaltim juga tengah memperkuat komoditas kakao sebagai bagian dari strategi diversifikasi sektor perkebunan. Sejumlah wilayah bahkan mulai diarahkan menjadi sentra produksi kakao nasional dalam beberapa tahun ke depan.
Di sisi lain, ketergantungan Kaltim terhadap pasokan pangan dari luar daerah justru membuka peluang investasi baru. Komoditas seperti beras, daging sapi, dan ayam dinilai masih sangat potensial untuk dikembangkan secara lokal guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
Menurut Rudy, kehadiran IKN akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi sekaligus menciptakan permintaan besar terhadap berbagai komoditas pangan dan perkebunan.
“Efek berantai dari pembangunan IKN akan sangat besar. Ini momentum yang tidak boleh dilewatkan,” tegasnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan bahwa kondisi pangan nasional tetap dalam keadaan aman, termasuk stok beras yang masih terkendali meskipun di tengah dinamika global.
Dengan kekuatan pada sektor lahan, peluang pasar, serta dukungan pembangunan nasional, Kalimantan Timur kini bersiap memantapkan posisi sebagai salah satu pusat pertumbuhan baru di sektor pertanian dan perkebunan Indonesia.
