Close Menu
insitekaltim.com

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dinkes Samarinda Sebut Sosialisasi Provinsi Sekadar Informasi, Tegaskan Sikap Pemkot Jelas

    April 12, 2026

    Dhita Apriliani: Jurnalisme Itu Tanggung Jawab, Bukan Sekadar Eksistensi

    April 12, 2026

    Aksi Nyata Mahasiswa, 8 Organisasi Bersatu Galang Dana untuk Korban Kebakaran Batu Ampar

    April 12, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.com
    Home»Pendidikan»Kaji Reunifikasi Korea, Ketum JMSI Raih Gelar Doktor dari Unpad
    Pendidikan

    Kaji Reunifikasi Korea, Ketum JMSI Raih Gelar Doktor dari Unpad

    Adit MustafaBy Adit MustafaJuli 7, 2024Updated:Juli 7, 202402 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim,Bandung – Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Teguh Santosa meraih gelar doktor bidang hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung dengan disertasi bertajuk “Reunifikasi Korea Dengan Keterlibatan Multipihak: Suatu Studi Melalui Game Theory”.

    Disertasi ini mengupas kompleksitas proses reunifikasi Semenanjung Korea dengan pendekatan teori permainan, menggambarkan bagaimana dinamika internal Korea Utara dan Korea Selatan serta keterlibatan negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Jepang, China dan Rusia memengaruhi peluang tercapainya perdamaian di kawasan tersebut.

    Teguh Santosa resmi menyandang gelar doktor dalam bidang hubungan internasional dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung.

    Gelar tersebut diraih setelah mantan Wakil Presiden Confederation of ASEAN Journalist (CAJ) ini berhasil mempertahankan disertasinya dalam ujian promosi doktor di Gedung Pascasarjana FISIP Unpad pada Sabtu (6/7/2024).

    Disertasi Teguh tersebut mendapat perhatian khusus dari tim penguji yang terdiri dari Prof Mohammad Benny Alexandri, Taufik Hidayat, PhD dan Dr Arifin Sudirman.

    Tim promotor yang mendampingi Teguh dalam penyusunan disertasi ini adalah Prof Arry Bainus, Prof Widya Setiabudi Sumadinata dan Dr Wawan Budi Darmawan. Setelah melalui proses ujian yang ketat, Teguh dinyatakan lulus dengan predikat yudisium sangat memuaskan.

    Perjalanan akademik Teguh dimulai dari pendidikan S1 yang juga diselesaikannya di Universitas Padjadjaran. Ia kemudian melanjutkan studi S2 di University of Hawaii at Manoa, Amerika Serikat.

    Judul disertasi yang diangkatnya memaparkan proses dan isu reunifikasi Semenanjung Korea yang telah berlangsung selama tujuh dekade sejak berakhirnya Perang Dunia Kedua.

    Teguh menjelaskan bahwa selain dinamika domestik di Korea Utara dan Korea Selatan, proses reunifikasi Semenanjung Korea sangat dipengaruhi oleh keterlibatan pihak internasional.

    “Reunifikasi Semenanjung Korea lebih mudah dibicarakan jika hanya melibatkan Korea Selatan dan Korea Utara, meskipun ada tantangan dan perbedaan ideologi serta politik di antara keduanya,” papar Teguh.

    Namun, keterlibatan negara-negara lain seperti Amerika Serikat, Jepang, Republik Rakyat China dan Rusia menjadikan wacana reunifikasi ini lebih kompleks. Teguh juga menyinggung perkembangan terbaru di mana pada pertengahan Januari lalu, pemimpin Korea Utara Kim Jong Un meminta agar gagasan reunifikasi dihapus dari Konstitusi Korea Utara. Hal ini disebut Teguh sebagai proposal “two states solution” atau solusi dua negara.

    Menurut Teguh, jika proposal ini diikuti oleh Korea Selatan dengan menghapuskan reunifikasi dari Konstitusi Korea Selatan, kedua negara dapat melangkah menuju perdamaian permanen dan hidup berdampingan secara damai.

    Mantan Ketua Bidang Luar Negeri Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) itu juga menekankan bahwa perdamaian di Semenanjung Korea bukan hanya tanggung jawab Korea Utara, tetapi juga tanggung jawab kedua Korea dan masyarakat internasional.

    FISIP Unpad JMSI Teguh Santoso
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Adit Mustafa

    Related Posts

    Pelatihan Jurnalistik Polnes Tak Sekadar Dasar, Fokus Cetak Jurnalis Siap Terjun

    April 12, 2026

    Polnes Berjaya di Kancah Nasional, Dua Tim Sabet Penghargaan Bergengsi

    April 12, 2026

    Wawali Samarinda Dorong Perluasan Sekolah Lansia, Tekankan Pentingnya Kepedulian Keluarga

    April 10, 2026

    Sekolah Lansia Santa Mathilda Resmi Dibuka, Bukti Belajar Tak Mengenal Usia

    April 10, 2026

    Sekolah Lansia di Samarinda Diperkuat, Dorong Lansia Sehat dan Berdaya

    April 10, 2026

    IMM Kaltim Soroti Isu Lingkungan Hingga SDM, Tegaskan Peran Strategis Mahasiswa dalam Kebijakan Daerah

    April 4, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dinkes Samarinda Sebut Sosialisasi Provinsi Sekadar Informasi, Tegaskan Sikap Pemkot Jelas

    Andika SaputraApril 12, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda masih menunggu respons resmi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov)…

    Dhita Apriliani: Jurnalisme Itu Tanggung Jawab, Bukan Sekadar Eksistensi

    April 12, 2026

    Aksi Nyata Mahasiswa, 8 Organisasi Bersatu Galang Dana untuk Korban Kebakaran Batu Ampar

    April 12, 2026

    Tiga Motor Terbakar di Dealer Yamaha Samarinda, Diduga Akibat Korsleting Listrik

    April 12, 2026

    Masyarakat Jadi Kunci, Populasi Pesut Mahakam Mulai Tumbuh Perlahan

    April 12, 2026
    1 2 3 … 3,052 Next
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.