Insitekaltim, Samarinda – Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) PGRI Kalimantan Timur (Kaltim) melakukan langkah berani dalam mendukung peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Benua Etam.
Melalui kebijakan strategis mendukung program Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) yaitu Gratispol, kampus ini membuka pintu selebar-lebarnya bagi lulusan SMA/SMK/MA untuk menempuh pendidikan tinggi tanpa pungutan biaya sepeser pun mulai dari pendaftaran hingga menyandang gelar sarjana.
Wakil Rektor III Bidang Kerja Sama IKIP PGRI Kaltim Abdul Rozak Fahrudin menegaskan, kebijakan ini merupakan bentuk komitmen institusi dalam menjawab tantangan ekonomi masyarakat sekaligus menyinergikan program daerah dengan kebutuhan pendidikan tinggi.
Dalam wawancara di ruang kerjanya pada Rabu, 25 Februari 2026, Abdul Rozak merincikan bahwa seluruh komponen biaya pendidikan selama delapan semester akan ditanggung sepenuhnya.
Program ini bukan sekadar potongan harga, melainkan penghapusan biaya total pada aspek-aspek diantaranya:
1. Biaya Pendaftaran, calon mahasiswa tidak dikenakan biaya formulir atau administrasi awal.
2. Uang Kuliah Tunggal (UKT), bebas biaya kuliah setiap semester selama masa studi normal (4 tahun).
3. Bimbingan Skripsi, sebagai proses akhir akademik hingga penelitian tidak dipungut biaya tambahan.
4. Prosesi Wisuda, mahasiswa tidak perlu memikirkan biaya seremoni kelulusan, yang direncanakan tetap digelar secara khidmat di hotel berbintang.
“Kami menyikapi penerimaan tahun 2026/2027 dengan prinsip Gratispol. Mahasiswa tidak perlu lagi meminta uang ke orang tua untuk SPP karena semuanya sudah ditopang melalui skema kerja sama dan beasiswa pemerintah daerah,” ujar Abdul Rozak.
Keberanian IKIP PGRI Kaltim menggratiskan biaya kuliah didasarkan pada optimalisasi program beasiswa dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Dengan estimasi bantuan pendidikan untuk masing-masing mahasiswa dari Pemprov Kaltim sekitar Rp5 juta per semester atau total Rp20 juta selama masa studi, pihak kampus menilai angka tersebut sudah cukup untuk menutupi biaya operasional pendidikan di perguruan tinggi swasta tersebut.
Abdul Rozak memberikan jaminan bahwa selama kebijakan beasiswa dari Gubernur tetap berjalan, mahasiswa akan terus menikmati fasilitas kuliah gratis ini. Hal ini diharapkan dapat menekan angka putus sekolah di tingkat pendidikan tinggi di wilayah Samarinda dan sekitarnya.
Untuk memudahkan calon mahasiswa, IKIP PGRI Kaltim menerapkan sistem pendaftaran daring yang sangat responsif. Siswa kelas XII yang belum menerima ijazah dapat mendaftar hanya dengan melampirkan Surat Keterangan Lulus (SKL) atau surat keterangan aktif sekolah.
Selain itu, pihak kampus menjanjikan pengumuman kelulusan seleksi dalam waktu kurang dari 24 jam setelah berkas diverifikasi secara online. Dan juga Bagi masyarakat yang mengalami kendala teknologi atau administratif, kampus menyediakan pendampingan langsung untuk proses input data.
Meskipun berbasis biaya gratis, IKIP PGRI tetap mengedepankan kualitas pengajaran yang diampu oleh dosen berkualifikasi Magister (S2) dan Doktor (S3).
Beberapa program studi (Prodi) yang menjadi primadona antara lain, Pendidikan Olahraga, yang menjadi favorit dengan fasilitas penunjang yang mumpuni untuk mencetak atlet dan tenaga pendidik profesional.
Kemudian, Pendidikan Otomotif yang diklaim sebagai satu-satunya di Kalimantan Timur, prodi ini memiliki daya serap lulusan yang sangat tinggi di dunia industri.
Dan Pendidikan Ekonomi yang tahun ini menjadi fokus pengembangan untuk menjaring lebih banyak calon enterpreneur dan pendidik di bidang ekonomi.
“Tujuan kami jelas, yaitu memberikan kepastian masa depan bagi anak muda Kaltim agar mereka bisa fokus belajar tanpa terbebani pikiran tentang biaya. Kami ingin mencetak sarjana-sarjana yang siap membangun daerah,” pungkasnya.
