Insitekaltim, Samarinda – Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud tanam 1.000 pohon demi melestarikan lingkungan di Pondok Pesantren Al – Bahjah Samarinda.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Gerakan Penanaman Pohon Nasional yang serentak dilaksanakan di berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kegiatan tersebut, Rudy didampingi Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim serta seluruh Kepala Dinas (Kadis) di lingkungan Pemprov. Ia menyebut, kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
“Hari ini kita melaksanakan kegiatan penanaman pohon secara nasional di Samarinda kita menanam kurang lebih 1.000 pohon,” ujar Rudy.
Kegiatan ini juga berlangsung di Pondok Pesantren Al Bahjah Samarinda, Bukit Pinang, Samarinda Ulu. Pondok Pesantren ini rencananya akan segera dibangun untuk mengembangkan pendidikan berkarakter dan berakhlakul karimah. Pembangunan tersebut diharapkan dapat mencetak santri yang berilmu, berakhlak mulia, dan siap menjadi generasi penerus yang berdaya saing.
“1000 pohon ditanam di Pondok Pesantren Al Bahjah yang Insyaallah akan segera dibangun pendidikan berkarakter dan berakhlakul karimah bagi santri ke depan,” lanjut Rudy.
Rudy mengatakan, kegiatan menanam pohon memiliki makna spiritual yang dalam. Ia menyebut penanaman pohon sebagai sedekah oksigen, amal yang manfaatnya dirasakan semua makhluk hidup. Menurutnya, satu pohon yang tumbuh dapat menjadi sumber kehidupan bagi banyak makhluk. Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk menjadikan penghijauan sebagai gerakan bersama, bukan hanya tanggung jawab pemerintah.
“Mudah-mudahan dengan tema hari ini, menanam pohon sedekah oksigen, kita bisa memberikan kehidupan kepada seluruh makhluk Tuhan tanpa memandang bulu. Menumbuhkan satu pohon sama dengan memberikan kehidupan untuk seluruh umat manusia,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu, Gubernur Rudy juga menginstruksikan Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan, dan Dinas Pertanian agar memperluas kegiatan penanaman di sepanjang jalur jalan provinsi di Kalimantan Timur. Ia menilai, penghijauan di sepanjang jalur transportasi akan memberikan dampak positif seperti memperindah jalan dan meningkatkan kualitas udara agar lebih sejuk dan asri.
“Kami juga menyampaikan kepada Dinas Kehutanan, Dinas Perkebunan dan Pertanian untuk bisa melaksanakan penanaman di seluruh jalur daripada jalan provinsi di Kalimantan Timur,” ujarnya.
Rudy menambahkan, gerakan penanaman pohon juga merupakan pelaksanaan amanah Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2008 tentang momentum penanaman pohon secara nasional. Ia menilai kegiatan ini penting untuk memulihkan lahan kritis dan menjaga keseimbangan ekosistem di Kaltim.
Selain pemerintah daerah, Rudy juga mengajak pelaku usaha dan masyarakat untuk ikut aktif menanam pohon. Ia menilai keterlibatan berbagai pihak akan mempercepat upaya penghijauan di seluruh wilayah Kaltim. Hal tersebut dapat memberikan manfaat yang besar serta menjadi ladang ibadah bagi yang melakukannya.
“Begitu juga dengan mitra-mitra ataupun pelaku-pelaku usaha untuk bisa melaksanakan penanaman hijau bahwa penanaman hijau ini yang pertama adalah untuk memberikan kebermanfaatan, yang kedua adalah menjadikan ladang amal ibadah,” pungkasnya.
Penanaman 1.000 pohon di Samarinda diharapkan menjadi langkah awal dari gerakan besar penghijauan di Kalimantan Timur, sekaligus memperkuat semangat menuju provinsi yang hijau, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

