Close Menu

    Subscribe to Updates

    Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

    What's Hot

    Dikejar Keterbatasan Anggaran, Samarinda Genjot Pariwisata Lewat Branding dan Inovasi

    Maret 31, 2026

    Pasar Pagi dan Terowongan Segera Diresmikan, Andi Harun Sinkronkan Jadwal dengan Gubernur

    Maret 31, 2026

    Pemprov Kaltim Dorong Pengembangan Desa Wisata, Kampung Tenun Samarinda Jadi Percontohan

    Maret 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    Facebook X (Twitter) Instagram
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    • Pendidikan
    • Ekonomi
    • Politik
    • Hukum
    • Tokoh
    • ADVETORIAL
      • Diskominfo Kaltim
      • Diskominfo Kutim
      • DPRD Bontang
      • DPRD Kaltim
      • DPRD Kutim
      • DPRD Samarinda
      • Kemenkum Kaltim
    insitekaltim.cominsitekaltim.com
    Home»Advertorial»Diskominfo Kaltim»GPM di Samarinda Padat Pengunjung, Beras Bulog dan Cabai Petani Jadi Primadona
    Diskominfo Kaltim

    GPM di Samarinda Padat Pengunjung, Beras Bulog dan Cabai Petani Jadi Primadona

    AbdiBy AbdiFebruari 13, 202603 Mins Read
    Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Teks: Booth Perum. Bulog yang menyediakan komoditas utama diantaranya Beras SPHP, minyak, dan gula (Insitekaltim/Abdi)
    Share
    Facebook Twitter LinkedIn WhatsApp Pinterest Email

    Insitekaltim, Samarinda — Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di halaman Kantor Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim), Jumat 13 Februari 2026 dipadati ratusan warga.

    Komoditas beras dari Bulog dan cabai segar hasil panen petani lokal menjadi barang paling diburu sejak pagi hari.

    Personel Perum Bulog yang bertugas di lokasi Anto mengungkapkan antusiasme masyarakat terhadap beras SPHP dan beras premium sangat tinggi. Bahkan, stok yang disiapkan hampir selalu habis terjual dalam waktu singkat.

    “Peminatnya sangat banyak terutama untuk beras SPHP dan premium. Di lokasi ini memang beras yang paling cepat habis,” ujarnya.

    Namun demikian, Anto mengakui tidak semua komoditas memiliki tingkat penjualan yang sama. Minyak goreng non-subsidi yang dijual seharga Rp19.000 per liter, misalnya kalah diminati dibandingkan minyak goreng subsidi dengan harga Rp15.700 per liter.

    “Minyak goreng sebenarnya dicari, tapi karena ini non-subsidi harganya lebih mahal. Selisih Rp3.300 itu sangat terasa bagi masyarakat. Kalau yang subsidi, cepat sekali habis,” jelasnya.

    Terkait harga beras, Anto menjelaskan adanya penyesuaian harga dari gudang ke lokasi GPM. Jika di gudang Bulog harga beras ditetapkan Rp58.000, maka di lokasi dijual Rp60.000 untuk menutup biaya distribusi.

    “Prinsip kami dari Bulog siap hadir di mana pun masyarakat membutuhkan. Stok aman, tinggal bagaimana kolaborasi dengan kelurahan dan kecamatan agar distribusi pangan murah ini bisa lebih merata,” tambahnya.

    Selain beras, kehadiran petani lokal juga menjadi daya tarik tersendiri dalam GPM kali ini. Salah satunya Mariana, petani cabai yang biasanya menjual hasil panen melalui tengkulak. Dengan terlibat langsung dalam GPM, ia bisa menjual cabai dengan harga lebih murah bagi konsumen sekaligus memperoleh keuntungan lebih layak.

    Di tengah harga cabai di pasar tradisional yang mencapai Rp70.000 hingga Rp75.000 per kilogram, Mariana menjual cabai seharga Rp57.000 per kilogram. Selisih harga tersebut mencapai sekitar Rp18.000.

    “Di pasar memang lagi naik, bisa sampai Rp75.000 tergantung kualitas. Tapi di sini kami jual Rp57.000. Kami ini petani binaan, jadi ada dukungan dari dinas,” ungkapnya.

    Mariana mengaku sangat terbantu dengan adanya GPM karena memberikan akses langsung bertemu konsumen dan meningkatkan pendapatan petani.

    “Biasanya kami menunggu pembeli atau tengkulak datang ke rumah. Dengan kegiatan seperti ini, kami bisa langsung menjual ke masyarakat. Ini sangat membantu ekonomi kami,” katanya.

    Menyadari lokasi kantor dinas belum tentu menjangkau seluruh lapisan masyarakat, Bulog menyatakan kesiapan untuk melakukan jemput bola ke wilayah permukiman. Anto menegaskan, GPM bersifat dinamis dan akan digelar di berbagai lokasi sesuai permintaan kelurahan maupun kecamatan.

    “Setiap lokasi punya karakter pembeli yang berbeda. Di kantor dinas beras paling laku, tapi kalau masuk ke kelurahan atau kecamatan, biasanya gula dan minyak juga ramai dicari,” tuturnya.

    Gerakan Pangan Murah ini direncanakan terus digelar secara berkala, terutama menjelang bulan suci Ramadan, sebagai upaya memastikan masyarakat tetap dapat mengakses kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

     

    Bahan Pangan Bulog DPTPH DPTPH Kaltim GPM Pangan
    Share. Facebook Twitter WhatsApp Telegram
    Abdi

    Related Posts

    Tak Sekadar Silaturahmi, Halal Bihalal Kaltim Bahas Dukungan Infrastruktur Daerah

    Maret 22, 2026

    Lebaran Pertama, Gubernur Kaltim Pilih Temui Lansia di Panti Sosial

    Maret 21, 2026

    Gubernur Kaltim Soroti Peran Strategis Baznas, Penyaluran Zakat Tembus Rp23 Miliar

    Maret 20, 2026

    Satgas Pangan Polda Kaltim Pastikan Stok Aman, Tidak Ada Penimbunan Jelang Lebaran dan Nyepi

    Maret 17, 2026

    Disperindagkop Kaltim Imbau Masyarakat Tidak Panic Buying LPG Jelang Lebaran

    Maret 17, 2026

    Jelang Idulfitri, Pemprov Kaltim Gelar Gerakan Pangan Murah Serentak

    Maret 17, 2026
    Add A Comment

    Comments are closed.

    @insitekaltim_
    Don't Miss

    Dikejar Keterbatasan Anggaran, Samarinda Genjot Pariwisata Lewat Branding dan Inovasi

    Andika SaputraMaret 31, 2026

    Insitekaltim, Samarinda – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda terus mendorong penguatan sektor pariwisata sebagai salah satu…

    Pasar Pagi dan Terowongan Segera Diresmikan, Andi Harun Sinkronkan Jadwal dengan Gubernur

    Maret 31, 2026

    Pemprov Kaltim Dorong Pengembangan Desa Wisata, Kampung Tenun Samarinda Jadi Percontohan

    Maret 31, 2026

    Borneo FC Matangkan Strategi Hadapi Madura United, Lefundes Waspadai Kebangkitan Tuan Rumah

    Maret 31, 2026
    Our Picks

    Dikejar Keterbatasan Anggaran, Samarinda Genjot Pariwisata Lewat Branding dan Inovasi

    Maret 31, 2026

    Pasar Pagi dan Terowongan Segera Diresmikan, Andi Harun Sinkronkan Jadwal dengan Gubernur

    Maret 31, 2026

    Pemprov Kaltim Dorong Pengembangan Desa Wisata, Kampung Tenun Samarinda Jadi Percontohan

    Maret 31, 2026

    Borneo FC Matangkan Strategi Hadapi Madura United, Lefundes Waspadai Kebangkitan Tuan Rumah

    Maret 31, 2026
    Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
    • Redaksi
    • Kode Etik
    • Pedoman
    • Kode Perilaku Perusahaan
    © 2026 InsiteKaltim.com

    Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.