Insitekaltim, Samarinda – Samarinda pada Ramadan 2026 diramaikan dua pusat kuliner berbuka puasa, yakni Kampung Ramadan Temindung 2026 yang digelar Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) di kawasan Eks Bandara Temindung, dan Wisata Belanja Ramadan 2026 yang diselenggarakan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda di GOR Segiri.
Kedua kegiatan ini sama-sama bertujuan mendorong perputaran ekonomi pelaku UMKM selama bulan suci. Namun, dari sisi lokasi, skala, dan pengalaman penyelenggaraan, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun sebelumnya menyampaikan pasar Ramadan di GOR Segiri telah lama digelar dan menjadi bagian dari tradisi tahunan masyarakat.
Ia menyebut Wisata Belanja Ramadan sebagai pasar yang sudah legendaris karena konsisten hadir dari tahun ke tahun dan selalu ramai dikunjungi warga.
Selain faktor tradisi, Pemkot Samarinda juga melakukan berbagai persiapan menjelang Ramadan, termasuk perbaikan fasilitas di kawasan GOR Segiri. Perhatian terhadap infrastruktur dan kenyamanan pengunjung menjadi salah satu upaya agar aktivitas UMKM dapat berjalan optimal.
Lokasi GOR Segiri yang berada di tengah kota membuat akses masyarakat relatif mudah dari berbagai wilayah, termasuk Samarinda Seberang. Tahun ini, sekitar 100 stan UMKM mengisi area Wisata Belanja Ramadan, menawarkan ragam kuliner yang variatif bagi warga yang berburu takjil dan menu berbuka.
Sementara itu, Kampung Ramadan Temindung menjadi langkah awal pemberdayaan kawasan Eks Bandara Temindung sebagai pusat aktivitas ekonomi Ramadan. Dengan jumlah stan yang masih berkisar belasan, konsep ini dinilai sebagai tahap pengenalan sekaligus upaya menghidupkan potensi ruang publik di wilayah utara Samarinda.
Salah satu pelaku UMKM di Temindung, Ibu Misbah, mengaku suasana saat pembukaan cukup ramai, meski pada awal pelaksanaan pengunjung belum terlalu banyak karena belum luasnya informasi yang beredar.
“Kalau pas pembukaan lumayan rame, tapi pas awal sepi karena orang belum banyak yang tahu. Mungkin kurang publikasi. Setelah pembukaan baru mulai ramai,” ujarnya, Minggu, 22 Februari 2026.
Ibu Misbah yang menjual pentol telur, telur gulung, lumpia, martabak, kentang goreng, serta aneka varian teh berharap promosi Kampung Ramadan Temindung bisa lebih digencarkan agar semakin banyak masyarakat yang datang. Menurutnya, semakin luas publikasi, semakin besar pula dampak ekonomi bagi para UMKM.
Meski lokasinya dinilai cukup jauh bagi sebagian warga, khususnya dari Samarinda Seberang, kawasan Temindung memiliki keunggulan berupa lahan parkir yang luas dan area terbuka yang nyaman. Di luar Ramadan, tempat ini juga aktif dimanfaatkan masyarakat untuk jogging, bersepeda, hingga bermain layang-layang setiap sore.
Perbedaan antara GOR Segiri yang telah lama menjadi pusat pasar Ramadan dan Temindung yang baru mulai diperkenalkan bukan untuk dibandingkan secara kompetitif. Sebaliknya, keduanya dapat menjadi cerminan bagaimana ruang-ruang publik di Samarinda terus diberdayakan untuk mendukung UMKM. Dengan pengalaman panjang di GOR Segiri dan pengembangan baru di Temindung, Ramadan tahun ini menunjukkan semangat yang sama: menggerakkan ekonomi rakyat dari berbagai sudut kota.
