Reporter: Syifa – Editor : Redaksi
Insitekaltim, Bontang – Hasil pertanian Kota Taman masih menghadapi berbagai kendala untuk sampai ke para konsumen.
Kasi Pertanian DKPPP Bontang Yoga Saputra menilai biaya operasional yang cukup tinggi menjadi salah satu kendala hasil bumi lokal kalah bersaing.
“Pemerintah tidak bisa mengintervensi terkait hilirnya. Produksi panen kita seringkali kalah bersaing dengan pasokan dari luar Kaltim. Biaya operasional kita mungkin lebih besar daripada yang di Jawa atau Sulawesi,” terangnya.
Mengatasi kendala ini, Yoga mengajak masyarakat, khususnya aparatur sipil negara di Kota Bontang untuk berbelanja kebutuhan pasar dari petani lokal.
“Ya, kami berharap minimal masyarakat Kota Bontang, terutama rekan ASN serta siapapun sebagai penyelenggara negara untuk membeli produk pangan lokal,” ajak Yoga.
Namun ditanya mengenai kualitas produk, Anes Taneng sebagai tokoh masyarakat dan petani Nyerakat Kiri sangat yakin hasil tani mereka tidak kalah saing dengan luar Kaltim.
“Kalau kualitas kita tidak kalah. Hasil padi kita sekelas dengan Raja Lele yang ada di sana,” yakin Anes
Mereka sangat berharap semua pihak dapat membantu menyalurkan hasil pertanian mereka.
“Jangan sampai kita mampu memproduksi tapi tidak mampu menyalurkan,” sindir Anes.

