Reporter: Nuril – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Bontang – Dalam rangka mengembangkan ekonomi kreatif (ekraf), Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Kota Bontang akan bersinergi dengan Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop UKMP).
Kepala Dispopar Kota Bontang, Bambang Cipto Mulyono mengatakan ekraf tidak sama dengan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) tapi lebih identik dengan ide-ide yang kreatif. Kurang lebih ada 17 subsektor dalam ekraf.
Dia mengungkapkan sebetulnya ekraf lebih mengedepankan ke ide-ide kreatif dalam menciptakan produk dalam lingkup 17 subsektor diantaranya pengembang permainan (game), arsitektur, desain interior, musik, seni rupa, desain produk, fashion, kuliner, film animasi atau video, fotografi, DKV, tele radio, kriya, periklanan, seni pertunjukan, penerbitan dan aplikasi.
“Adanya ide kreatif akan memunculkan sebuah produk atau karya. Oleh karena itu perlu kita dukung sumber daya manusia (SDM) Kota Bontang untuk menciptakan produk melalui perlindungan hak ciptanya,” ujar Bambang.
Jadi katanya hasil produk ide yang termasuk dalam ekraf akan dilindungi melalui Hak Atas Kekayaan Intelektual (HaKI). Pasalnya, banyak ide-ide intelektual dari generasi milenial yang mudah dicuri oleh orang lain.
Bambang menilai munculnya produk ekraf berhubungan dengan UMKM sehingga diperlukan kolaborasi antara Dispopar dengan Diskop UKMP. Apalagi selain ekraf, Pemkot Bontang akan fokus terhadap pengembangan pariwisata.
“Upaya-upaya yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang berupa pengembangan ekraf dan pariwisata tentunya akan memberikan dampak multiplier effect kepada UMKM,” pungkasnya.
