Insitekaltim, Pasuruan – Dialog publik antara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Pasuruan Raya bersama Bupati Pasuruan Rusdi Sutejo dan Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat berlangsung panas namun produktif, kemarin di Auditorium Mpu Sendok, Kantor Pemkab Pasuruan.
Mengusung tema “Menjala Asa di Balik Panggung Gemerlap Hari Jadi ke-1096 Kabupaten Pasuruan,” forum ini menjadi ajang adu argumentasi antara mahasiswa dan pemerintah daerah terkait arah pembangunan dan efisiensi penggunaan anggaran publik.
Ketua BEM Pasuruan Raya, M. Ubaidillah Abdi, membuka forum dengan kritik tajam terhadap pola pemerintahan yang dinilainya terlalu menonjolkan sisi seremonial ketimbang substansi kesejahteraan.
“Pemerintah jangan hanya sibuk dengan pesta hari jadi, tapi juga memastikan pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur benar-benar dirasakan rakyat,” tegas Ubaidillah, Minggu, 19 Oktober 2025.
Ia menekankan bahwa mahasiswa bukan sekadar pengkritik, melainkan mitra strategis pemerintah dalam menjaga idealisme dan mendorong kemajuan Pasuruan.
Menanggapi kritik tersebut, Bupati Rusdi Sutejo menegaskan bahwa perayaan Hari Jadi ke-1096 bukan sekadar pesta, tetapi bagian dari strategi branding daerah dan pemulihan ekonomi rakyat.
“Pemerintah tidak boros. Kegiatan hari jadi punya multiplier effect besar, terutama bagi pelaku UMKM, sektor parkir, dan pedagang kecil,” jelasnya.
Rusdi juga mengungkapkan bahwa Pemkab menolak tawaran sponsor swasta senilai Rp1 miliar per malam demi memberi panggung bagi pelaku UMKM lokal. Ia menyebut perayaan kali ini memang belum sempurna, namun menjadi momentum refleksi dan promosi potensi daerah.
Dalam pemaparannya, Rusdi menegaskan bahwa 300 dari 1.227 sekolah rusak berat telah diperbaiki, dan pada 2026 mendatang 33 puskesmas induk akan beroperasi 24 jam untuk memperluas akses layanan kesehatan.
Untuk sektor infrastruktur, pemerintah akan menerapkan rigid pavement (jalan beton) di wilayah rawan banjir serta paving tebal di daerah perbukitan dengan target usia jalan minimal tujuh tahun.
“Pembangunan itu sederhana: layanan publik harus prima. Kalau jalan, sekolah, dan puskesmas berfungsi baik, rakyat pasti merasakan manfaatnya,” tegas Bupati Rusdi.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Samsul Hidayat menyoroti tantangan fiskal tahun depan akibat pengurangan dana transfer dari pemerintah pusat dan kewajiban membayar gaji 3.600 tenaga P3K baru.
“Kami bersama Mas Bupati berkomitmen menyusun APBD yang benar-benar berpihak pada rakyat. Fokus tetap pada pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar,” ujar Samsul.
Ia juga menambahkan bahwa kini proses penyusunan program antara eksekutif dan legislatif telah terintegrasi secara digital melalui SIPD Nasional, agar pembangunan berjalan transparan dan efisien.
Dalam kesempatan itu, Bupati Rusdi menegaskan pentingnya sinergi tripartit antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Ia mengungkapkan rencana penerbitan Perda Local Wisdom, yang mengatur kewajiban perusahaan besar mempekerjakan minimal 80 persen tenaga kerja lokal.
“Kita akan pastikan perusahaan besar seperti Cimory dan Pocari Sweat juga berkontribusi sosial di Pasuruan, bukan di luar daerah,” ujarnya.
Pemkab Pasuruan juga tengah menyiapkan Perda CSR (Corporate Social Responsibility) agar tanggung jawab sosial perusahaan lebih terukur dan langsung dirasakan masyarakat.
Menjawab pertanyaan mahasiswa terkait peran generasi muda, Rusdi memaparkan rencana pendirian Pasuruan Creativity Center (PCC) — lembaga pelatihan vokasi dan wirausaha muda meniru model Malang Creative Center (MCC). PCC akan menyediakan pelatihan otomotif, pengelasan, komputer, dan manajemen bisnis. Pemerintah juga menyiapkan akses kredit usaha bunga rendah 6 persen serta legalitas usaha bagi UMKM muda.
“Kesuksesan bukan soal sistem, tapi mentalitas. Pemerintah memfasilitasi, tapi kerja keras dan integritas menentukan hasil,” pesan Rusdi.
Di akhir forum, Moderator Melinda Maharani menyimpulkan bahwa arah pembangunan Pasuruan ke depan akan difokuskan pada pelayanan publik, pemberdayaan pengusaha muda, dan penguatan ekonomi lokal.
Bupati Rusdi menutup dengan menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik dan kolaborasi, sementara Ketua DPRD Samsul Hidayat mengundang mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi langsung ke lembaganya. “Kalau dulu sainganmu sedikit, sekarang seluruh dunia pesaingmu. Tapi kalau niatmu kuat dan manfaatmu nyata, Pasuruan akan maju bersama generasi mudanya,” pungkas Bupati Rusdi.
