Insitekaltim, Samarinda – Cuaca laut yang tidak menentu menyebabkan distribusi beras ke Kota Samarinda mengalami perlambatan. Meski demikian, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pokok tetap dalam kondisi aman.
Hal tersebut disampaikan Wakil Wali Kota Samarinda Saefuddin Zuhri usai melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah distributor beras di Samarinda, Kamis, 12 Februari 2026.
Sidak dilakukan untuk memastikan ketahanan pangan daerah di tengah hambatan distribusi akibat faktor alam.
Dalam peninjauan itu, Saefuddin mengungkapkan adanya penurunan frekuensi kapal pengangkut bahan pokok yang masuk ke Samarinda. Kondisi ini dipicu oleh cuaca laut ekstrem yang memaksa pelaku pelayaran mengurangi kapasitas muatan demi keselamatan.
“Faktor utamanya adalah keamanan pelayaran. Jika biasanya satu kapal bisa membawa hingga tiga muatan, saat ini mereka hanya berani membawa satu muatan karena gelombang tinggi,” jelas Saefuddin.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan langkah antisipatif agar tidak terjadi kecelakaan laut yang dapat membahayakan awak kapal maupun barang yang diangkut.
Kata dia, Pemkot Samarinda memahami penyesuaian yang dilakukan penyedia jasa transportasi laut tersebut.
Meski pengiriman melambat, Pemkot Samarinda telah menginstruksikan para distributor untuk mengambil langkah proaktif dengan menambah kuota pesanan. Strategi ini disiapkan agar ketika kondisi cuaca kembali membaik, pasokan beras dapat segera masuk dalam jumlah besar untuk menutup kekurangan stok sementara.
Pemerintah memprediksi hambatan distribusi ini bersifat sementara. Jika cuaca laut kembali kondusif, arus pasokan diperkirakan normal dalam satu hingga dua pekan ke depan.
Di tengah isu perlambatan distribusi, Saefuddin juga menanggapi kekhawatiran masyarakat terkait potensi kenaikan harga di pasaran. Ia menegaskan bahwa hingga saat ini belum ditemukan adanya lonjakan harga beras maupun komoditas penting lainnya, seperti gula.
“Harga masih stabil dan sesuai ketentuan. Tidak ada kenaikan yang signifikan,” tegasnya.
Pemkot Samarinda melalui dinas terkait terus melakukan pengawasan ketat terhadap rantai distribusi, mulai dari distributor hingga pasar tradisional. Hingga kini, belum ditemukan pelanggaran harga yang melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Pemerintah akan terus memantau agar kondisi cuaca ini tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk menaikkan harga secara sepihak,” pungkas Saefuddin.

