
Reporter: Nuril – Editor: Redaksi
Insitekaltim, Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman meminta kepada panitia penggalangan dana bantuan korban banjir wilayah Benteng Mawakal yang meliputi 8 kecamatan.
Wilayah Benteng Mawakal berada pada zona 3 Kutim, yaitu Kecamatan Muara Bengkal, Muara Ancalong, Muara Wahau, Busang, Long Mesangat, Batu Ampar, Kongbeng dan Telen.

Delapan kecamatan tersebut merupakan wilayah yang terdampak dari bencana musiman di Kutim. Dalam hal ini banjir berskala besar setiap 10 tahun sekali.
“Saat ini Pemkab Kutim tengah menata kembali dengan memulai pembangunan infrastruktur di kecamatan wilayah Kutim. Namun, untuk wilayah zona 3 justru terkena bencana sehingga kami juga kesulitan,” ungkap Ardiansyah saat memberi sambutan pada acara Pembubaran panitia tim peduli banjir Mawakal di Rumah Pemancingan Grecek, Jalan Soekarno Hatta, Sangatta, Senin (7/6/2021)
Selain itu, ia menyarankan kepada pihak panitia untuk melaporkan perolehan penggalangan dana kepada Dinas Sosial (Dinsos) Kutim. Ardiansyah meminta kepada panitia dan dinas terkait segera menyalurkan bantuan yang telah didapat.
“Bantuan langsung disalurkan saja kepada masyarakat di 8 kecamatan tersebut dengan teknis yang disepakati oleh panitia dan tim penggalang dana bantuan banjir tersebut,” jelas Ardiansyah.

Ia meminta hal tersebut harus segera ditindaklanjuti karena masyarakat disana sangat membutuhkan pemulihan. Jika menunggu anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) maka akan sulit.
“APBD sudah kami salurkan melalui dana tanggap darurat untuk membantu masyarakat disana dalam hal konsumsi,” pungkas Ardiansyah.
Dalam akhir sambutannya, Ardiansyah mengatakan tidak memiliki wewenang untuk membubarkan panitia tersebut lantaran Ia tidak mengeluarkan surat keputusan (SK).
Namun sebagai simbolis ia mengatakan panitia penggalangan dana untuk korban banjir wilayah Benteng Mawakal dinyatakan bubar.

